Batam (gokepri.com) – Indonesia berencana ekspor ayam ke Singapura. Batam masuk dalam radar untuk dibangun peternakan baru demi mengekspor ayam segar ke negara tetangga.
Langkah ini dinilai bisa berhasil selama permintaan ayam di Singapura tetap tinggi pada tahun depan.
Dikutip dari Straits Times, Jumat 22 Juli 2022, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo mengungkapkan ia telah berbicara dengan sejumlah produsen ayam di Indonesia yang ingin mendirikan peternakan baru.
Namun produsen tetap menghitung-hitung permintaan ayam segar di Singapura pada tahun depan sehingga apakah perlu membangun peternakan baru di Batam untuk bisa memenuhi kebutuhan Singapura lewat ekspor.
“Kalau kami bisa mendirikan peternakan di Batam, tidak butuh waktu lama untuk mendatangkan ayam hidup ke Singapura,” tambahnya.
Bulan lalu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Nasrullah, mengatakan kepada The Straits Times bahwa tim dari Badan Pangan Singapura (SFA) berada di Indonesia pada 14 Juni untuk menilai beberapa peternakan, rumah potong hewan, dan fasilitas pengolahan.
Dubes Suryo berbicara kepada wartawan di gudang Leong Hup Distribution di Fishery Port Road, di mana pengiriman pertama ayam beku dari Indonesia tiba pada hari Minggu.
Suryo mengatakan kiriman 50 ton ayam beku berasal dari Jakarta. Ayam itu terjual habis, dengan warung nasi ayam menjadi pembeli terbesar. Lebih banyak pengiriman akan tiba dalam beberapa minggu ke depan.
Suryo mengatakan dia mengharapkan total 1.000 ton ayam beku tiba di Singapura pada akhir tahun.
Sebagai perbandingan, Singapura mengimpor hampir 73.000 ton ayam dari Malaysia pada tahun 2021.
Pada 30 Juni, SFA menyetujui Indonesia sebagai sumber baru daging ayam beku, dingin dan olahan untuk Singapura, bergabung dengan daftar lebih dari 20 negara terakreditasi seperti Brasil, Thailand dan Australia. Sebelumnya, Indonesia hanya mengekspor telur asin ke Singapura.
Ekspor dari negara-negara tersebut terjadi setelah Malaysia melarang ekspor ayam utuh mulai 1 Juni, dalam upaya untuk menstabilkan harga dan pasokan di negara itu. Penjual unggas pasar basah di Singapura harus beralih menjual ayam beku.
Sebelum pelarangan, 34 persen pasokan ayam Singapura berasal dari Malaysia, dengan sebagian besar ayam diimpor hidup dan dipotong di Singapura.
Meski Malaysia sejak itu mengizinkan ekspor ayam kampung dan ayam hitam, ayam broiler yang lebih umum dan terjangkau – yang merupakan mayoritas impor Singapura dari Malaysia – tetap dilarang.
Koh Poh Koon, Menteri Senior Negara Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup dan Tenaga Kerja, yang berada di fasilitas Distribusi Leong Hup, mengatakan pihak berwenang sedang memantau permintaan ayam beku Indonesia dan akan meningkatkan impor jika diperlukan.
Penulis: Candra Gunawan
- Baca Juga: Kepri Didorong Ekspor Ayam ke Singapura









