Ekonomi Kepri Tumbuh 5,47 Persen, Mendagri: Jangan Terlena

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berpesan agar Kepri tidak lengah meski pertumbuhan ekonomi mencapai 5,47 persen. Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sampai dengan triwulan III-2023, secara kumulatif (c-to-c) tumbuh sebesar 5,47 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengapresiasi pemerintah Provinsi Kepri atas pertumbuhan ekonomi yang dinilai lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen (c-to-c) sampai triwulan III-2023.

“Artinya ekonomi di Kepri sudah makin membaik, di-recover dengan sangat baik melampaui target nasional,” ungkap Tito di Batam, Jumat, 24 November 2023.

Baca Juga: Investasi Asing di Batam Meningkat, Ekonomi Kepri Terdongkrak

Namun, Tito meminta Pemprov Kepri untuk tidak terlena dengan pencapaian itu. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi itu merupakan perhitungan rata-rata dari semua kabupaten-kota. Ia mengatakan, dari kabupaten-kota yang ada masih terjadi ketimpangan ekonomi.

“Tapi saya minta jangan terlena, karena itu kan dirata-ratakan dari semua provinsi kabupaten kota. Ada yang tinggi sekali seperti Batam, Karimun tapi ada beberapa yang rendah seperti Natuna dan Anambas,” kata Tito.

Persoalan ketimpangan pertumbuhan ekonomi yang terjadi memerlukan dorongan untuk mencapai pemerataan ekonomi di Kepri. Salah satunya, Sebut Tito adalah menghidupkan peran swasta di daerah.

Menurutnya, jika pemerintah hanya mengandalkan transfer dari pusat maka banyak program pembangunan untuk masyarakat tidak bisa dilaksanakan dengan baik.

“Karena nggak ada uangnya. PAD harus kuat juga, dan cukup banyak PAD-nya rendah untuk itulah perlu dihidupkan betul program-program untuk mengundang investasi, mempermudah perizinan-perizinan untuk investasi tapi prinsipnya harus win-win artinya menguntungkan masyarakat dan pemerintah daerah,” jelas Tito.

Selain itu, Tito juga mengingatkan kepada Pemda Kepri agar tidak terpaku terhadap pengendalian inflasi di Kepri yang dinilai relatif lebih rendah dibandingkan dengan nasional.

Inflasi Provinsi Kepri pada bulan Oktober 2023 sebesar 2,46% (yoy). Inflasi Provinsi Kepri masih dalam kondisi stabil dan juga masih di bawah rata-rata inflasi Nasioal yang berada di angka 2,56%.

Menurut Tito masih ada daerah-daerah yang aksesnya sulit, seperti di pulau-pulau sehingga memungkinkan harga barang dan jasa juga akan melambung tinggi.

“Kita jangan terlena di angka yang baik, daerah-daerah yang sulit aksesnya itu juga di cek, harga barang dan jasa naik atau tidak, kalau bisa dijaga di angka 2 persen-an,” kata Tito.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait