BATAM (gokepri) — Anggota Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Suhadi, mendukung rencana pemerintah menjadikan Pulau Galang sebagai lokasi perawatan medis warga Gaza. Namun, dia meminta lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terlibat aktif mengawasi prosesnya.
Suhadi berharap PBB memastikan proses rehabilitasi berjalan transparan. Hal ini penting untuk menghindari penyalahgunaan program sebagai bagian dari skenario pemindahan paksa warga Palestina dari tanah kelahirannya.
“Kami mendukung peran aktif PBB dalam pengawasan dan diplomasi untuk memastikan bahwa proses rehabilitasi ini berjalan dengan transparan dan menghormati hak asasi manusia,” kata Suhadi, Jumat, 8 Agustus 2025.
Menurut Suhadi, keberadaan warga Gaza di Pulau Galang harus bersifat sementara. Mereka berhak kembali ke tanah kelahirannya setelah situasi di sana stabil.

“Gaza adalah tanah yang memiliki makna mendalam bagi penduduknya, dan mereka berhak untuk kembali setelah situasi stabil. Kita harus hormati itu,” ujarnya.
Ia menekankan Pulau Galang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengobatan kemanusiaan global. Ia juga mengajak masyarakat Kepri mendukung program ini sebagai bentuk solidaritas.
“Mari kita tunjukkan bahwa Kepulauan Riau tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga kaya akan empati dan solidaritas,” tutur Suhadi.
Suhadi menambahkan, langkah menjadikan Pulau Galang sebagai tempat pengobatan bagi korban perang di Gaza merupakan cerminan kepedulian pemerintah Indonesia.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan siap mendukung rencana pemerintah pusat untuk merawat 2.000 warga Gaza di Pulau Galang. Pemprov Kepri akan menyiapkan fasilitas medis dan tenaga pendukung jika kebijakan ini sudah final.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri, Hendri Kurniadi, menyampaikan hal tersebut usai pertemuan di Pulau Penyengat, Kamis (7/8). Ia menegaskan, Gubernur Kepri akan mendukung penuh jika hal itu merupakan perintah langsung dari Presiden.
“Namun, kami masih menunggu petunjuk teknis dari kementerian terkait karena ini menyangkut penanganan warga negara asing,” kata Hendri.
Arahan Presiden Prabowo
Pemerintah menyiapkan Pulau Galang, Kepulauan Riau, sebagai salah satu lokasi perawatan ribuan warga Gaza, Palestina. Rencana ini mendapat dukungan dari DPRD Provinsi Kepulauan Riau karena dinilai sebagai misi kemanusiaan yang strategis.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pemerintah sedang mencari alternatif lokasi lain. “Presiden menyebut Pulau Galang. Infrastrukturnya sudah ada karena pernah dipakai untuk perawatan Covid-19,” ujar Sugiono di Jakarta, Kamis (7/8/2025).
Sugiono menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto sudah menyampaikan kepada Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) bahwa Indonesia bersedia merawat hingga 1.000 anak-anak atau korban luka. Namun, persetujuan dari negara-negara terkait seperti Mesir, Yordania, dan Otoritas Palestina dibutuhkan.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menyebut arahan Presiden untuk membantu pengobatan sekitar 2.000 warga Gaza. “Yang luka-luka, mungkin kena bom, kena reruntuhan,” kata Hasan.
Fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang dianggap memadai. Lokasi ini pernah menjadi tempat pengungsian dan pusat penanganan pandemi.
Ketua DPRD Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, mendukung penuh rencana tersebut. “DPRD Kepri siap mendukung segala kebijakan bersifat kemanusiaan,” kata Iman.
Ia menilai RSKI Galang adalah pilihan tepat karena fasilitasnya lengkap dan lokasinya terpisah dari permukiman warga. DPRD siap bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
“Kami ingin memastikan proses penanganan kemanusiaan ini tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Iman. “DPRD siap mengawal itu.”
Baca Juga: Krisis Medis Gaza Kian Parah, WHO Minta Bantuan Internasional
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









