BATAM (gokepri) – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak komunitas internasional segera bertindak. Lebih dari 14.800 pasien di Jalur Gaza sangat membutuhkan perawatan medis khusus.
“Kami mendesak lebih banyak negara menerima pasien dan mempercepat proses evakuasi medis melalui semua jalur yang memungkinkan,” ujar Tedros melalui platform X, Rabu (6/8).
Seruan ini muncul seiring dengan memburuknya sistem kesehatan di Gaza yang kewalahan menangani korban. Seruan itu disampaikan bersamaan dengan pengumuman WHO yang telah memfasilitasi evakuasi 15 anak sakit kritis ke Yordania. Mereka didampingi 42 pendamping.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah dan tenaga kesehatan Yordania yang terus memberikan perawatan khusus,” kata Tedros.
Evakuasi ini bagian dari upaya memindahkan pasien dari Gaza untuk mendapat perawatan di luar negeri. Namun, Tedros menekankan, masih banyak yang harus dilakukan untuk menangani krisis kesehatan secara menyeluruh.
Agresi Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 61.000 orang sejak Oktober 2023. Kampanye militer itu menghancurkan wilayah tersebut dan mendorongnya ke ambang kelaparan.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan, Yoav Gallant.
Mereka dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tindakannya di Gaza. ANADOLU
Baca Juga: DPRD Kepri Dukung Rencana Perawatan 2.000 Warga Gaza di Pulau Galang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








