Disdik Kota Batam Matangkan Persiapan Asesmen Nasional

Asesmen Nasional Batam
Qurniadi MPd, Kasi Kurikulum Disdik Kota Batam. (Foto: istimewa)

Batam (gokepri) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam tengah melakukan pematangan sekolah SD dan SMP dalam rangka persiapan mengikuti Asesmen Nasional (AN). Selain melakukan sosialisasi, juga mematangkan pengetahuan kepala sekolah, guru dan juga perangat teknisi dan proktor terkait pelaksanan AN tersebut.

Berdasarkan jadwal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bahwa kegiatan AN ini akan dilakukan pada Oktober 2021. Dikhususkan bagi siswa SD kelas 5, SMP kelas 8 dan siswa SMA/SMK kelas 11.

“Sudah tiga minggu lalu Disdik Kota Batam melakukan sosialisasi maupun rapat koordinasi persiapan AN secara virtual kepada seluruh kepala sekolah. Dan kemarin baru saja kegiatan simulasi AN terhadap teknisi dan proktor,” ujar Kasi Kurikulum Disdik Kota Batam, Qurniadi MPd, ditemui di kantornya, Selasa (31/8)

HBRL

Dijelaskan Qurniadi, bahwa kegiatan AN ini merupakan pengganti ujian nasional (UN) yang sudah ditiadakan oleh Kemendikbud, dalam rangka mengevaluasi pemetaan mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah. Sedangkan kegiatan AN sendiri terdiri dari tiga bagian, diantarnya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

“AN ini merupakan program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, seiring dengan kebijakan Kemendikbud yang tidak lagi melaksanakan UN. Dan pelaksanaan kegiatan AN ini, nantinya berbasis komputer, sehingga disebut Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), dan juga berpedoman pada Prosedur Operasi Standar Asesmen Nasional (POS AN) Tahun 2021,” jelasnya.

Lebih rinci Qurniadi menjabarkan, bahwa kebijakan ANBK ini merupakan penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan dan peningkatan sistem evaluasi pendidikan nasional secara menyeluruh. Tujuan utamanya mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Karena dalam AKM ini dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi.

Kata Qurniadi lagi, bahwa UN dan AN ini berbeda. Dicontohkannya bila UN digunakan untuk memetakan mutu pendidikan dengan mengevaluasi penguasaan tiap siswa terhadap materi pembelajaran berdasarkan kurikulum. Namun AN sendiri digunakan untuk memetakan mutu system pendidikan nasional. Karena AN tidak digunakan untuk mengevaluasi prestasi siswa secara individu, melainkan system pendidikan nasional yang akan di evaluasi.

Seraya Qurniadi berharap baik seluruh Kepala Sekolah maupun guru
pada kegiatan AN ini memiliki pemahaman dan persiapan yang matang agar bisa berjalan dengan baik. (aat)

|Baca Juga: Asesmen Nasional Diundur Jadi September dan Oktober

Pos terkait