Dilarang Bawa Kendaraan Bermotor ke Sekolah, Pelajar Diminta Naik Angkutan atau Diantar Orang Tua

Pelajar batam dilarang bawa kendaraan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

Batam (gokepri) – Pemerintah Kota Batam menerapkan larangan bagi pelajar SD dan SMP menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah. Larangan ini untuk menjaga keselamatan peserta didik.

Larangan menggunakan kendaraan bermotor tertuang dalam Surat Edaran Disdik Nomor 6967/100.3.4.3/XI/2023 tertanggal 29 November 2023. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto menegaskan larangan itu diperuntukan bagi peserta didik yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Surat edaran larangan berkendaraan ini khusus diperuntukkan kepada siswa yang belum memiliki surat izin mengemudi, jangan salah,” kata Tri Wahyu saat ditemui di Batam, Jumat, 1 Desember 2023.

Baca Juga: Dapat Alokasi Dana Rp1 Triliun, Disdik Batam Bangun 38 RKB di 2024

Tri Wahyu menyebutkan larangan ini sesuai aturan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Hal ini juga bertujuan untuk menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik yang belum cukup umur untuk mendapatkan SIM.

“secara emosional usianya juga belum stabil maka kami khususkan sesuai dengan tingkat kewenangan. Yang kami larang adalah peserta didik dan peserta didiknya pun kita spesifikasi lagi yang belum memiliki surat izin mengemudi,” katanya.

Ia menambahkan larangan agar siswa tidak membawa kendaraan ke sekolah sebagai upaya sosialisasi tertib berlalu lintas sejak di sekolah. Ia juga menekankan, pihak sekolah berkewajiban untuk melakukan sosialisasi bersama kepolisian untuk mengarahkan peserta didik taat berlalu lintas.

“Dalam surat edaran tersebut kami sampaikan bahwa pihak sekolah dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam melakukan sosialisasi tentang peraturan perundang-undangan yang berkaitan tentang berlalu lintas,” katanya.

Tri Wahyu mengimbau agar peserta didik memanfaatkan angkutan umum serta mengajak kepada orang tua murid agar bisa mengantar anak-anaknya ke sekolah dan tidak membiarkan mereka membawa kendaraan sendiri.

“Tentu bisa menggunakan kendaraan umum atau diantar oleh orang tuanya atau keluarganya begitu atau bisa juga mungkin bisa menggunakan aplikasi atau angkutan umum berupa gojek, grab atau maksimal sejenisnya lah mungkin bisa menggunakan seperti itu,” katanya.

Ia berharap satuan pendidikan, baik kepala sekolah, guru, orang tua dan murid dapat memahami substansi dari surat edaran itu. “Surat edaran ini mengimbau agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan bagi peserta didik kita sehingga peserta didik kita dapat menuju ke sekolah dengan aman dengan selamat, yang tidak menimbulkan permasalahan di perjalanannya,” harapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

BAGIKAN