Cerita Perjalanan Karier Giffari Naufal Arisma Putra sebagai Pebisnis Muda

Giffari Naufal Arisma Putra
Giffari Naufal Arisma Putra. Foto: istimewa

BATAM (gokepri) – Giffari Naufal Arisma Putra, akrab disapa Giffari, adalah sosok muda yang menarik perhatian. Ia seorang pelajar, penulis, sekaligus pengusaha asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Lahir di Mataram pada 2 Juli 2006, Giffari telah menorehkan jejak di dunia bisnis.

Saat ini, Giffari dikenal sebagai pengusaha muda dan menjabat sebagai Direktur Giffari Group Indonesia, yang merupakan perusahaan holding yang sebelumnya dikenal dengan nama Lomnusra Indonesia Group. Perusahaan ini bergerak di berbagai bidang usaha.

Giffari Naufal Arisma Putra juga dipercaya sebagai investor di industri media dan memiliki berbagai bisnis media di tanah air. Meskipun demikian, hingga saat ini belum diungkap detail mengenai media-media yang berada di bawah naungannya. beberapa pihak meyakini keterlibatan Giffari yang telah berinvestasi di sejumlah media.

Selain berbisnis, Giffari juga aktif di berbagai organisasi seperti politik, bisnis, sosial, dan lingkungan.

Menjadi pengusaha di usia muda tentu tidak mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun, Giffari kini telah berhasil mendirikan perusahaan perseorangan di usia muda. Berikut adalah Cerita perjalanan Giffari Naufal Arisma Putra merintis karier sebagai pengusaha muda.

Cerita Perjalanan Giffari Naufal Arisma Putra Merintis Karier sebagai Pengusaha Muda

Giffari Naufal Arisma Putra merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, yang lahir dari pasangan Baiq Halimah dan Munawir Haris. Ia berasal dari Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Giffari memulai pendidikan dasar di SD Negeri 1 Kuripan. Selama di bangku SD, Giffari selalu berprestasi. Dari kelas 1 hingga 6, ia selalu menduduki peringkat teratas dan sering meraih juara dalam berbagai lomba tingkat sekolah dasar. Begitu juga saat Giffari melanjutkan pendidikannya di SMP dan SMA.

“Saya waktu SD sering mendapatkan ranking dari kelas 1 hingga kelas 6 dan juga sering juara lomba. Begitu juga sekarang saya berusaha untuk mendapatkan prestasi baik akademik maupun nonakademik,” kata Giffari.

Di masa SD, Giffari sudah mulai berjualan kecil-kecilan, seperti menjual lotere cabut jadul, kembang api saat bulan Ramadan, dan mainan jadul lainnya. Awalnya, ia berjualan hanya untuk mengisi waktu luang, tidak setiap hari, dan hanya ketika ada niat untuk berjualan.

“Dulu waktu SD, buat ngisi kegabutan saya sering jualan mainan jadul, kayak lotere cabut, kembang api pas Ramadan, dan mainan lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga:
Inspirasi Putri Ariani yang Memukau Panggung America’s Got Talent

Ketika Giffari melanjutkan pendidikan di SMP, tepatnya di MTs Negeri 1 Lombok Barat, ia mulai membuat konten video dan mengunggahnya ke YouTube. Namun, Giffari hanya aktif di dunia YouTube dalam waktu singkat, hingga akhirnya ia memutuskan untuk berhenti membuat konten.

“Dulu waktu SMP saya sempat bikin konten di YouTube, tapi nggak lama kemudian berhenti,” kata Giffari.

Di akhir masa SMP, Giffari mulai aktif dalam dunia penulisan dan bisnis. Saat itu, Giffari telah menulis sebuah novel. Namun, sayangnya ia gagal merilis novel tersebut untuk publik. Alasan gagalnya rilis belum diketahui.

“Saat SMP, saya sempat nulis novel dan sudah selesai, tapi ada kendala yang bikin novel itu akhirnya gagal dirilis,” ujar Giffari.

Ketika Giffari melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Mataram, ia mulai terjun ke dunia bisnis media digital. Namun, mengembangkan bisnis ini tidaklah mudah bagi Giffari. Ia mengungkapkan bahwa bisnis media digital membutuhkan ketelitian dan kesiapan dalam segala hal.

Giffari banyak membangun bisnis media digital, tetapi beberapa di antaranya ia hentikan. Di sisi lain, Giffari sudah lama ingin mendirikan perusahaan agar bisnisnya memiliki status yang legal. Namun, ia terkendala oleh usianya yang saat itu baru 16 tahun.

“Bisnis awal saya adalah media berita digital, dan saya sudah membangun cukup banyak. Tapi itu enggak mudah, jadi banyak yang akhirnya saya hentikan. Dan juga, waktu itu umur saya baru 16 tahun, jadi belum bisa mendirikan perusahaan,” kata Giffari.

Pada 2 Juli 2024, saat Giffari menginjak usia 18 tahun, ia mendirikan perusahaan perseorangan bernama Lomnusra Indonesia Group yang bergerak di berbagai bidang. Namun, pada 3 November 2024, Giffari mengubah nama perusahaan tersebut menjadi Giffari Group Indonesia, yang kini berfokus pada perusahaan holding.

“Waktu ulang tahun saya yang ke-18, 2 Juli 2024, saya mendirikan perusahaan perseorangan bernama Lomnusra Indonesia Group yang bergerak di berbagai bidang. Kemarin, 3 November 2024, saya ubah perusahaan itu jadi Giffari Group Indonesia yang sekarang jadi perusahaan holding,” ujar Giffari.

Baca Juga:
Inspirasi Dunia: Naval Ravikant, Dari Kurir Makanan India Jadi Investor Ribuan Startup

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, pengusaha muda adalah seseorang yang berusia antara 16 hingga 35 tahun yang terlibat dalam kegiatan kewirausahaan atau memiliki jiwa kepemimpinan dalam mengelola faktor produksi, modal, pengalaman, dan keterampilan untuk menghasilkan keuntungan.

Pernyataan tersebut menjadikan Giffari resmi sebagai seorang pengusaha muda Indonesia. Meskipun saat ini Giffari sedang merintis kariernya sebagai pengusaha dan belum meraih kesuksesan penuh, ia terus bekerja keras untuk mencapai kesuksesannya.

“Meskipun saya belum mencapai kesuksesan sepenuhnya, saya akan terus berusaha keras untuk meraih kesuksesan sebagai pengusaha yang sukses,” tambahnya. ***

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait