Inspirasi Dunia: Naval Ravikant, Dari Kurir Makanan India Jadi Investor Ribuan Startup

Naval Ravikant
Naval Ravikant. (Foto: Forbes)

Puluhan ribu tuit Naval Ravikant dibukukan karena menginspirasi banyak orang. Bukunya merekam isi kepala pendiri AngelList sekaligus angel investor ribuan startup ini. Imigran India sukses di Negeri Paman Sam.

Batam (gokepri.com) – Naval kecil tumbuh besar di Queens, New York, bersama ibunya. Sang ibu yang berpisah dengan ayah Naval harus membesarkan dua anaknya seorang diri. Pindah dari tanah kelahirannya, India, hidup pria kelahiran New Delhi, 5 November 1974 ini berubah total ketika di negeri orang saat usianya 9 tahun pada 1985.

Ayahnya adalah seorang apoteker di India. Tapi ijazahnya tak bisa diterima di Amerika Serikat sehingga ia terpaksa bekerja di toko peralatan berat. Keluarga Naval harus cerai-berai karena kondisi keuangan.

“Kami imigran yang miskin,” ujar Naval dikutip dari buku The Almanack of Naval Ravikant.

Hidup bersama sang ibu, Naval selalu diminta setiap pulang sekolah jangan pulang ke rumah karena waktu itu Queens bukan tempat tinggal yang aman. Naval kecil bukan anak yang percaya diri di negeri orang dan dia pun tak punya banyak teman. Alhasil, Naval pulang ke perpustakaan setiap selesai sekolah sampai tempat itu tutup baru pulang ke rumah. Ia menghabiskan waktunya dengan membaca buku di sana. Tempat yang membekas di ingatannya karena berperan besar membentuk prinsip hidup Naval Ravikant. Baginya, buku yang ada di perpustakaan adalah temannya.

“Buku adalah teman yang baik, karena pemikir terbaik di dunia dalam ribuan tahun terakhir memberimu potongan-potongan pengetahuan dan kebijaksanaan,” tulis Naval.

Pada usia 15 tahun, Naval terpaksa harus bekerja membantu ibunya. Pekerjaan pertamanya adalah kurir makanan India dari bisnis ilegal yang memakai sebuah mobil van. Ia juga pernah bekerja di kafetaria sebagai pencuci piring dan pengganti tisu.

Hidupnya berubah saat remaja. Pengetahuan dan prinsip hidup membawanya lulus tes masuk sekolah menengah atas Stuyvesant High School yang baginya menjadi titik tolak hidupnya dari keluarga imigran yang bukan siapa-siapa dan bertahan hidup di New York.

Stuyvesant adalah sekolah elit di New York dan masuk peringkat SMA terbaik di Amerika Serikat. Lulusan sekolah elit menjadi tiket bagi Naval masuk kampus Ivy League, asosiasi kampus yang terdiri dari 8 universitas terbaik di Amerika. Naval kuliah di Darthmouth College. Ia mengambil dua jurusan; ilmu komputer dan ekonomi.

Dari kampuslah Naval dituntun mengenal industri teknologi, bidang yang menjadi pundi-pundinya sekarang. Kini, Naval adalah seorang investor ternama untuk sedikitnya 2 ribuan startup. Beberapa di antaranya yakni Twitter, 9GAG, Artsy, Cisco Umbrella, Disqus, hingga Foursquare. Dia juga direksi untuk beberapa startup. Naval adalah pendiri sekaligus mantan CEO AngelList, perusahaan startup yang mempertemukan angel investor atau malaikat bisnis dengan startup. Ia sejak awal kemunculan uang kripto ikut bergabung sebagai mitra salah satu mata uang kripto. Ia menilai uang kripto punya potensi besar di industri keuangan.

“Saya terlahir miskin dan hidup yang menyedihkan. Sekarang saya cukup sejahtera dan bahagia,” kata Naval.

Almanak Tuit Naval

Buku The Almanack of Naval Ravikant rilis pada 15 Agustus 2020. Penulisnya adalah Eric Jorgensen. Buku setebal 203 halaman itu berisi transkrip tuit Naval Ravikant di Twitter bersama penjelasan dari Naval tentang membangun kekayaan dengan keahlian bukan mengandalkan keberuntungan. Tuitnya ditulis Naval dalam 10 tahun terakhir.

“Naval adalah salah satu orang terpintar yang pernah saya temui dan juga paling berani. Bukan berani ibarat istilah terjun ke api tanpa berpikir dua kali, tapi berpikir dua kali kemudian memberi tahu orang mereka fokus ke api yang salah,” tulis Tim Ferris, pengusaha Amerika Serikat di buku tersebut.

Di mata penulis bukunya, Eric Jorgensen, kisah Naval lebih dari sekedar sosok yang sukses secara finansial dan ikon Silicon Valley. Naval telah menginspirasi dengan filosofinya, menarik banyak pembaca dan pendengar di seluruh dunia.

“Naval adalah sosok langka bagaimana seseorang memadukan kesuksesan dan kebahagiaan,” tulis Eric.

Buku Eric juga merekam perjalanan hidup Naval yang menjadi momen penting. Pada usia 25 tahun, Naval sudah menjadi pendiri dan CEO dari perusahaan Epinions, situs yang menyediakan review bagi pengguna internet. Perusahaan ini berdiri pada 1999 sebelum dibeli DealTime pada 2003. Melepas Epinions, Naval mendirikan Vast.com, marketplace untuk jasa periklanan. Vast masih aktif sampai sekarang setelah diakuisisi Vrom Jan.

Naval ketika berusia 27 tahun terjun ke pendanaan bisnis pada 2001 dengan menjadi mitra August Capital.

Di era 2003, Naval sudah malang melintang di Silicon Valley sebagai tokoh industri teknologi. Namanya makin berkibar ketika mendirikan AngelList pada 2010 atau saat dia berusia 32 tahun. Pada tahun yang sama, dia menjadi investor untuk Uber ketika awal-awal berdiri. Pada 2018, Naval dinobatkan menjadi Angel Investor of The Year.

Naval adalah ikon Silicon Valley. Ia pertama kali tiba di Sillicon Valley pada 1996 ketika ia bekerja di perusahaan provider internet, @HOME. Di sana, Naval ikut merancang Intrinsic Graphics yang menjadi pondasi Google (GOOG) Earth. Di Silicon Valley pula, Naval mendirikan perusahaan pertamanya, Epinios.com. Tapi yang paling sukses adalah AngelList. Perusahaan yang kini mendanai lebih dari 25.000 startup dan memfasilitasi 3.300 investor. Kekayaan berdasarkan laporan Forbes mencapai USD60 juta. (Can)

|Baca Juga: SOSOK: Darmin Nasution, Ahli Ekonomi hingga Urusan Pabrik Pupuk

 

 

Pos terkait