Batam (gokepri.com) – Ratusan hotel di Batam telah memenuhi standar protokol kesehatan demi menggaet tamu. Demi beradaptasi dengan pandemi sekaligus mengikuti perubahan cara pandang wisatawan.
Ada 151 hotel di Batam, Provinsi Kepri, yang sudah mengantongi sertifikat dari pemerintah daerah (pemda) setempat, sebagai tanda telah memenuhi syarat penerapan protokol kesehatan COVID-19.
Setiap tamu yang menginap di hotel harus dicek suhu tubuhnya ketika memasuki hotel, mencuci tangannya dengan hand sanitizer, mengenakan masker dan menjaga jarak.
Tamu juga harus dipastikan mengisi satu kamar saja untuk satu orang, kecuali yang sudah menikah.
Kemudian, disiapkan alur dari pelabuhan langsung ke kamar tempat menginap tanpa perlu cek in di lobi hotel.
Pekerja hotel juga dilatih oleh Dinas Kesehatan Batam untuk melaksanakan protokol kesehatan.
“Ditraining. Bagaimana cara menerima tamu, melakukan penyemprotan disinfektan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata di Batam, Senin.
Sertifikat itu diberikan pemda karena menilai hotel-hotel itu menerapkan protokol kesehatan dengan baik, antara lain kewajiban mengenakan masker, menjaga jarak, dan menyiapkan hand sanitizer.
Menurut Ardiwinata, penilaian itu dilakukan secara menyeluruh di bagian-bagian hotel. “Seperti KTV, restorannya,” kata Ardi.
Selanjutnya, kata dia, pemda mendorong agar seluruh hotel disertifikasi kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (Clean, Healty, Safety, Environment Sustainibillity/ CHSE) dengan melibatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
“Ini akan memberikan kepercayaan diri bagi pihak hotel dan masyarakat untuk kembali beraktivitas di hotel,” kata dia.
Sementara itu Direktur Hubungan Antar Lembaga Kemenparekraf Kartika Candra Negara mengatakan pemerintah tengah menyusun protokol kesehatan untuk dipatuhi dan dijalankan di destinasi wisata.
Menurut dia, saat ini calon pelancong mengutamakan CHSE di sebuah destinasi wisata, tidak hanya melihat dari keindahannya saja.
“Saat ini cara pandang wisatawan sudah berubah, mereka (wisatawan) melihat destinasi wisata yang mengutamakan kesehatan,” kata dia.
Dalam sosialisasi dan simulasi CHSE pada pelaksanaan MICE di Batam beberapa waktu lalu, hotel tidak hanya menerapkan 3M (mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), tapi juga beberapa antisipasi lainnya.
Pihak hotel menyemprotkan disinfektan kepada koper tamu, kemudian membatasi penggunaan alat makan bergantian dengan mengganti prasmanan, menyiapkan makanan dengan kotak atau kontainer, dan lainnya. (Can)
Editor: Candra Gunawan
Baca Juga:









