Bupati Karimun dan Ketum Sangha Theravada Resmikan Vihara Buddharatana

Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kajati Kepri Gerry Yazid, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia, YM Bhikkhu Sri Subhapañño, Mahāthera meresmikan Vihara Buddharatama Karimun.

Karimun (gokepri.com) – Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia, YM Bhikkhu Sri Subhapañño, Mahāthera meresmikan Vihara Buddharatama Karimun, Selasa, 20 Desember 2022.

Pengukuhan Vihara Buddharatama Karimun ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatangan prasasti oleh Bupati Karimun dan Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia.

Peresmian vihara tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Gerry Yazid, Ketua Permabudhi Kepri Hengky Suryawan, Ketua Apindo Karimun Alex Ng alias Dwi Untung serta anggota DPRD Karimun Herman Akham.

HBRL

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, dengan adanya peresmian Vihara Buddharatana ini maka makin menambah banyaknya jumlah vihara yang ada di Kabupaten Karimun.

“Kerukunan umat beragama di Karimun sangat baik, itu dibuktikan dengan adanya kedamaian dan ketenangan masing-masing umat beragama dalam menjalankan ibadahnya,” ungkapnya.

Ketua Panitia Peresmian Vihara Budharatana, Sunyoto mengatakan, Vihara Budharatana digunakan sebagai tempat puja bakti, meditasi, pembaparan dharma, belajar Budha dharma dan sebagai tempat sekolah Minggu Budha tingkat SD hingga SMA.

“Vihara ini juga digunakan untuk bakti sosial sebelum hari besar agama Budha seperti Waisak, Kathina dan Maga Phuja dan hari Ashadah,” ujar Pria yang sehari-hari bertugas sebagai pengawas pendidikan Agama Budha pada Satuan Pendidikan Formal di Dinas Pendidikan Karimun.

Pria yang juga pengawas guru-guru agama Budha di tingkat SD, SMP dan SMA ini menjelaskan, pembangunan Vihara Buddharatana dimulai sejak 2012 hingga selesai pada 2022 ini.

Sementara, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kepri, Hengky Suryawan mengatakan, Kepri merupakan peringkat pertama dan ketiga di Indonesia terkait kerukunan umat beragama.

“Kerukunan umat beragama di Kepri sangat baik, pertama di Sumatera dan ketiga di Indonesia,” ujar Hengky.

Hengky mengimbau kepada seluruh tokoh agama di Kepri agar senantiasa menjalin silaturahmi.

“Dengan adanya vihara dari Majelis Theravada, kita sangat bersyukur sekali. Di Indonesia, ada 26 majelis umat Budha yang terdaftar, sementara di Kepri terdapat 10 majelis,” ungkapnya.

Pria yang juga salah seorang pengusaha terkemuka di Kepri ini menyebut, salah satu kunci dari adanya kerukunan dan toleransi umat beragama itu adalah saling mengalah.

“Kuncinya, saling mengalah. Mau agama apapaun itu, jika bisa saling mengalah maka akan tercipta kerukunan umat beragama,” pungkasnya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait