Beroperasi 23 Tahun, Lanal Karimun Bekuk Sindikat Perompak Selat Malaka

Mardian Sumarwan alias Jangkung alias Panjang adalah perompak yang biasa beroperasi di Selat Malaka dan Selat Singapura sejak tahun 2000. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Prajurit Lanal Tanjungbalai Karimun membekuk 3 pelaku perompakan yang biasa beroperasi di Selat Malaka dan Selat Singapura, Senin, 30 Oktober 2023.

Ketiga perompak yang dibekuk itu antara lain, Afriliandi, Jimmi Gomgom Parsaroan dan Mardian Sumarwan alias Jangkung alias Panjang.

Tiga perompak ini awalnya diselamatkan Tim Basarnas KN SAR Purworejo di Selat Gelam, Karimun yang terdampar di perairan perbatasan Johor dan Karimun.

HBRL

Awalnya, tim penyelamat mengira mereka merupakan nelayan yang terdampar di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Palaksa Lanal TBK, Mayor Laut (HP) P Panjaitan memberikan keterangan pers terkait aksi perompakan yang terjadi di Selat Malaka dan Selat Singapura. (Ilfitra/gokepri.com)

Sehingga, ketiganya bersama dua rekannya Tengku Feby dan Warnata dievakuasi ke rumah warga Karimun di Desa Pongkar.

Namun, ketika Tim Unit Intel Lanal TBK melakukan identifikasi terhadap mereka, ternyata mereka merupakan kawanan perompak yang sudah beroperasi sejak tahun 2000 lalu.

Begitu mengetahui mereka kawanan perompak, Tim Lanal TBK segera menjemput mereka ke Desa Pongkar.

Hanya saja, dua dari mereka yakni Tengku Feby dan Warnata sudah kabur ke Batam.

“Mereka (perompak) ini pemain lama, bahkan ada yang sudah beroperasi sejak tahun 2000,” ujar Palaksa Lanal TBK Mayor Laut (H) P Panjaitan didampingi Pasintel Kapten Laut (E) M Amir Mahmud, Rabu, 1 November 2023.

Panjaitan menyebut, perompak ini menentukan kapal sasaran menggunakan apliksi Ship Info.

Dengan aplikasi itu, mereka mengetahui spesifikasi hingga muatan kapal.

“Modus yang mereka lakukan biasanya pura-pura barter dengan kapal sasaran atau menjadi nelayan dengan pura-pura sebagai pemancing dan penjaring ikan,” jelasnya.

Begitu sudah mendekati kapal sasaran, maka mereka segera menaiki kapal dan menjarah isinya.

“Rata-rata komplotan ini menjarah muatan kapal berupa spare part,” ungkap Panjaitan lagi.

Selain itu, komplotan ini juga merekrut warga lokal sebagai tempat persembunyian dan juga mengetahui lokasi perompakan.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait