Batam (gokepri.com) – Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Veristo menyoroti dugaan limbah yang dibuang ke parit di belakang PT Fuyuan Plastik Industri Tanjunguncang. Sebab bukan kali ini, namun permasalahan tersebut sudah sering dikeluhkan oleh masyarakat.
“Ini pasti berdampak ke lingkungan yang mengancam kesehatan warga,” katanya, Minggu (31/10/2021).
Menurutnya, masalah air yang pekat dibuang begitu saja oleh pihak perusahaan dalam drainase akan mengancam kesehatan warga sekitar.
“Ini keluhan ini sudah pernah kita tindak lanjuti dan memanggil pihak perusahan untuk klarifikasi. Namun kala itu mereka tak datang dengan alasan pimpinan tak ada di tempat,” ujar Arlon.
ads
“Kita undang pada Selasa (10/8) lalu nomor 44/170/H-K-3/VIII/2021 dan dibalas Jumat (13/8). Mereka tidak hadir, kita kirim lagi undangan ke dua juga demikian tak hadir juga,” tambah dia.
Kini, menurut Arlon, kembali lagi-lagi warga mengeluhkan permasalahan yang sama. Ia berjanji akan kembali menindaklanjuti keluhan warga dan memanggil pihak terkait.
Dalam masalah tersebut, Arlon meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam untuk menjalankan fungsi dan tugasnya. Jangan hanya diam saja tanpa turun ke lapangan dan menyikapi keluhan masyarakat.
“Kita minta DLH untuk dapat menyikapi keluhan masyarakat ini. Ini sudah jelas dampak kesehatan masyarakat,” terang Arlon.
ads
Sebelumnya diberitakan melalui Danru sekuriti, Ade Aulia, mengatakan pihaknya tidak ada waktu untuk memberikan penjelasan kepada awak media.
“Saya sudah sampaikan kepada pengawas lapangan, tapi pengawas tidak berkenan untuk memberikan komentar,” kata Ade.
Dia juga menyebutkan, sesuai arahan pengawas lapangan, David, bahwa yang dibuang dari perusahaan tersebut bukan limbah. Melainkan hanya air bekas cucian material bahan produksi. (eri)
Baca juga: DPRD Batam Berjanji Teruskan Permintaan Pengungsi Afganistan ke UNHCR








