BATAM (gokepri) — Tim SAR gabungan menemukan Ibas (2), balita yang hanyut terbawa arus gorong-gorong di kawasan Tanjung Sengkuang, Kota Batam, Rabu (25/6/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari pencarian.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang Eryk Subariyanto mengatakan, pencarian hari ketiga dimulai pukul 06.30 WIB dengan membagi personel ke dalam dua regu.
Regu pertama menyisir sepanjang aliran drainase Perumahan Tanjung Sengkuang. Regu kedua bergerak dari muara drainase menuju pesisir Tanjung Buntung hingga kawasan mangrove di perairan Sengkuang.
Baca Juga: Balita Hanyut di Gorong-gorong Tanjung Sengkuang, Warga dan SAR Bergerak
Korban akhirnya ditemukan pada pukul 07.15 WIB. Tim kemudian mengevakuasi jenazah ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.
“Korban langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Eryk di Batam, Rabu 24 Juni 2026.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi berakhir. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.
“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai,” kata Eryk.
Menurut Eryk, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi pemerintah daerah, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta warga sekitar.
Berdasarkan informasi SAR, korban dilaporkan terpeleset lalu jatuh ke gorong-gorong di depan rumahnya saat bermain hujan pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Keluarga bersama warga sempat mencari korban di sepanjang aliran drainase. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga tim SAR gabungan turun ke lokasi.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap anak usia dini saat beraktivitas di luar rumah ketika hujan. Arus air di saluran drainase dapat meningkat dalam waktu singkat dan membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak.
SAR Tanjungpinang mengimbau orang tua agar mengawasi aktivitas anak secara ketat, khususnya ketika bermain di sekitar gorong-gorong, drainase, atau saluran air yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan. ANTARA
Baca Juga: INFOGRAFIS: MBG untuk Ibu dan Balita
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








