Inggris melaju ke perempat final Piala Dunia. Norwegia menjadi lawan berikutnya.
MEXICO CITY (gokepri) — Bertahan dengan 10 pemain sejak awal babak kedua, Inggris tetap menjaga peluang merebut gelar besar pertama dalam enam dekade. Tim asuhan Thomas Tuchel menundukkan tuan rumah Meksiko 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia di Stadion Azteca, Sabtu (5/7/2026) waktu setempat, sekaligus memastikan tiket ke perempat final.
Kemenangan itu lahir lewat kombinasi efektivitas serangan dan ketahanan bertahan saat berada di bawah tekanan. Inggris kini akan menghadapi Norwegia pada perempat final, 11 Juli di Miami, setelah tim yang dipimpin Erling Haaland menyingkirkan Brasil.
Baca Juga: Singkirkan Brasil, Haaland Antar Norwegia ke Perempat Final
Jude Bellingham menjadi pembeda dalam laga tersebut. Gelandang Real Madrid itu mencetak dua gol hanya dalam rentang 98 detik pada babak pertama dan membawa Inggris unggul cepat.
Harry Kane kemudian menambah keunggulan melalui tendangan penalti. Sementara Meksiko membalas lewat gol Julian Quiñones dan Raúl Jiménez.
Dua gol Bellingham membuat Meksiko menelan salah satu kekalahan paling jarang terjadi di Stadion Azteca. Berdasarkan catatan pertandingan, itu menjadi kekalahan ketiga Meksiko dalam 90 laga di stadion tersebut.
Gol pertama Inggris lahir ketika umpan silang Bukayo Saka disambut sundulan Bellingham. Tak lama berselang, Kane mengirim umpan matang yang kembali diselesaikan Bellingham menjadi gol keduanya.
Keunggulan dua gol sempat membuat Inggris berada di atas angin. Namun, Meksiko memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum setelah Quiñones memanfaatkan kegagalan Inggris menghalau bola dari situasi tendangan bebas.
Meksiko terus menekan. Jiménez beberapa kali memperoleh peluang, tetapi penyelamatan Jordan Pickford menjaga keunggulan Inggris hingga babak pertama berakhir.
Momentum pertandingan berubah pada menit ke-54. Bek Inggris Jarell Quansah menerima kartu merah langsung setelah tinjauan video asisten wasit (VAR) menyatakan tekel terhadap Jesus Gallardo layak diganjar hukuman tersebut.
Meski kehilangan satu pemain, Inggris justru memperlebar keunggulan enam menit kemudian. Anthony Gordon dijatuhkan kiper Raúl Rangel di kotak penalti dan Kane menuntaskan hadiah penalti itu.
Gol tersebut menjadi gol keenam Kane sepanjang turnamen. Jumlah itu menempatkannya hanya terpaut satu gol dari Erling Haaland, Lionel Messi, dan Kylian Mbappe dalam persaingan perebutan Sepatu Emas.
Meksiko kembali membuka peluang setelah Kane dianggap melanggar lawan di kotak penalti Inggris. Jiménez mengeksekusi penalti dengan baik sehingga skor berubah menjadi 3-2.
Sisa pertandingan berlangsung dalam tekanan besar bagi Inggris. Meksiko menggempur pertahanan lawan sepanjang 11 menit masa tambahan waktu, tetapi lini belakang Inggris mampu bertahan hingga peluit akhir berbunyi.
Kemenangan ini sekaligus menghapus sebagian kenangan buruk Inggris di Stadion Azteca. Pada perempat final Piala Dunia 1986, Inggris tersingkir setelah Diego Maradona mencetak dua gol untuk Argentina, termasuk gol kontroversial yang dikenal sebagai “Hand of God”.
Pertandingan sempat tertunda selama satu jam akibat badai petir dan hujan lebat yang mengguyur Mexico City sebelum jadwal sepak mula. Meski demikian, lebih dari 80.000 penonton tetap memadati Stadion Azteca dan menciptakan atmosfer yang intens sepanjang pertandingan.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel sebelumnya mengantisipasi tekanan Meksiko, termasuk tantangan bermain di ketinggian sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut. Strategi itu membantu Inggris meredam agresivitas tuan rumah, meski pada akhirnya harus berjuang dengan 10 pemain untuk mengamankan kemenangan.
Inggris kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya melawan Norwegia. Laga itu diperkirakan menjadi ujian berat karena Norwegia tampil meyakinkan setelah menyingkirkan lima kali juara dunia, Brasil.
Baca Juga: Kane Selamatkan Inggris dari Kejutan Kongo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








