Bahaya Menghirup Debu Bagi Kesehatan Pernapasan, Wajib Tahu!

bahaya menghirup debu
Ilustrasi. Menghirup debu dapat mengakibatkan alergi. Foto: Freepik.com

Batam (gokepri.com) – Fenomena El-Nino melanda Indonesia, di mana-mana musim kemarau yang mengakibatkan banyak debu beterbangan. Menghirup debu sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan.

Tubuh manusia sebenarnya punya sistem pertahanan untuk menangkap bahaya debu, tapi jika debu terhirup terus menerus maka gangguan pernapasan tidak dapat terelakkan.

WHO mengkalsifikasikan debu berdasarkan ukurannya. Jika debu yang terlihat menumpuk misalnya di permukaan perabotan, itu disebut polutan.

HBRL

Debu yang berada lebih lama di udara dan menyebar dalam jarak yang lebih jauh adalah partikel. Debu dengan ukuran lebih kecil lagi disebuut materi partikulat, debu jenis ini hanya bisa dilihat dengan alat khusus.

Debu dengan ukuran besar biasanya terperangkap dalam hidung dan mulut. Debu tersebut mudah dikeluarkan ketika menghembuskan napas lewat hidung, batuk atau bersin.

Debu ukuran kecil dan halus yang berisiko menimbulkan bahaya ketika terhirup. Karena debu tersebut langsung masuk ke saluran napas seperti bronkus dan paru-paru bahkan masuk ke aliran darah.

Dilansir laman Hellosehat, ada beberapa bayaha yang bisa ditimbulkan akibat menghirup debu, di antaranya.

1. Alergi

Debu ukuran besar yang terperangkap di dalam hidung bisa memicu alergi rinitis (hay fever). Debu akan merangsang timbulnya reaksi berlebihan dari sistem imun terhadap zat asing.

Akibatnya, muncul gangguan pernapasan seperti batuk, bersin, hidung tersumbat, dan hidung berair.

Alergi rinitis bisa menimbulkan gejala seperti mata gatal, merah, dan berair. Gangguan pada pernapasan bisa terus berlangsung selama pasien alergi terpapar debu.

2. Infeksi saluran pernapasan

Debu partikel atau lebih halus bisa membawa bakteri, virus, atau jamur yang menyebabkan infeksi pernapasan.

Infeksi tersebut menyebabkan pilek atau flu yang menyerang saluran pernapasan atas.

Selain itu debu yang halus juga bisa membawa bakteri, virus, atau jamur sampai ke saluran pernapasan yang lebih dalam seperti trakea, bronkus, dan paru-paru.

Infeksi akan merusak jaringan yang melindungi saluran napas, selanjutnya menyebabkan penumpukan lendir di paru-paru. Kondisi ini bisa mengakibatkan gejala sering sesak napas.

3. Iritasi saluran napas

Jika debu terhirup dalam jumlah besar dan terus-menerus maka bisa mengiritasi saluran napas atas seperti hidung dan tenggorokan.

Selain menimbulkan batuk atau bersin, bahaya dari iritasi debu di saluran napas juga bisa memicu gejala sakit tenggorokan, tenggorokan gatal, perih, dan kering.

Paparan debu dalam jangka panjang bisa merusak jaringan di sekitar hidung dan tenggorokan. Hal ini bisa meningkatkan produksi dahak di saluran napas atas.

Dahak menumpuk bisa menghalangi jalan udara sehingga sesak napas. Jika telah mengiritasi laring (kotak suara), maka suara menjadi serak.

4. Pneumoconiosis

Laman Canadian Centre for Occupational Health and Safety menyebutkan aktivitas menghirup debu secara terus-menerus bisa menyebabkan bahaya pneumoconiosis.

Pneumoconiosis bisa menyebabkan penurunan fungsi paru-paru sehingga sulit bernapas dan berisiko tinggi mengalami gagal napas.

Pneumoconiosis ditandai dengan munculnya jaringan parut atau luka (fibrosis paru) yang mengelilingi jaringan paru-paru yang sehat.

Kerusakan jaringan di paru-paru tersebut disebabkan oleh paparan debu yang mengandung zat kimia berbahaya seperti asbes, berilium, dan kobalt.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

***

Pos terkait