Korporasi Singapura memperluas investasi di Indonesia. Bergeser ke sektor digital dan teknologi.
BATAM (gokepri) – Korporasi Singapura memperluas jejak investasinya di Indonesia melalui rangkaian proyek yang membentang dari Batam, Bintan, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara hingga Jakarta.
Investasi tersebut tidak lagi didominasi pembangunan kawasan industri manufaktur, tetapi mulai bergeser ke pusat data, kecerdasan artifisial (AI), energi bersih, logistik, teknologi kesehatan, dan ekonomi digital.
Baca Juga: Kerja Sama Sembcorp-Panbil, Pintu Masuk Baru Investasi Industri di Batam
Arah baru itu mengemuka dalam Pertemuan Tingkat Menteri Six Bilateral Economic Working Groups (6WG) Indonesia-Singapura ke-16 di Jakarta, 9 Juni 2026. Pertemuan dipimpin Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura Gan Kim Yong bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan gangguan rantai pasok dunia, kedua negara menilai kolaborasi ekonomi tidak lagi cukup bertumpu pada perdagangan dan investasi konvensional. Hubungan bilateral mulai bergeser menuju sektor yang diperkirakan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi beberapa dekade mendatang, yakni ekonomi digital, ekonomi hijau, infrastruktur industri, serta teknologi pertanian.
Forum 6WG sendiri merupakan wadah utama kerja sama ekonomi kedua negara. Enam kelompok kerja yang dibahas meliputi kawasan Batam, Bintan, dan Karimun serta kawasan ekonomi khusus lainnya, investasi, ketenagakerjaan, transportasi, agribisnis, dan pariwisata.
Dokumen hasil pertemuan menunjukkan kawasan BBK memperoleh perhatian paling besar. Kawasan yang sejak awal berkembang sebagai basis industri manufaktur kini diproyeksikan menjadi simpul baru ekonomi digital di Asia Tenggara.
Perubahan arah itu tercermin dari gelombang investasi yang masuk. Pemerintah Singapura menyebut pengembangan kawasan tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan pabrik atau manufaktur, tetapi juga pusat data berskala besar, infrastruktur AI, kawasan industri rendah karbon, dan konektivitas digital lintas negara.
Indonesia dan Singapura juga sepakat menyusun kajian bersama mengenai pengembangan sektor teknologi di kawasan BBK. Kajian tersebut akan memetakan peluang investasi baru sekaligus menyusun rekomendasi agar kawasan itu mampu berkembang sebagai ekosistem teknologi regional.
Gan Kim Yong menyebut Singapura dan Indonesia memiliki hubungan ekonomi yang telah terjalin selama puluhan tahun. Kedua negara terus memperkuat ketahanan rantai pasok dan membuka peluang baru di bidang ekonomi digital, ekonomi hijau, infrastruktur industri, serta teknologi pertanian.
“Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun menunjukkan momentum pertumbuhan melalui berbagai investasi baru dan kajian sektor teknologi yang segera dimulai,” ujar Gan Kim Yong dalam keterangan resminya yang diterima gokepri.
Gan menilai kawasan Batam, Bintan, dan Karimun mulai menunjukkan momentum pertumbuhan melalui berbagai investasi baru. Menurut dia, kedua negara juga akan memulai kajian bersama mengenai sektor teknologi di kawasan tersebut sebagai dasar pengembangan investasi berikutnya menjelang 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura pada 2027.
Dari Manufaktur Menuju Infrastruktur Digital
Perubahan wajah Batam sebenarnya mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai basis industri elektronik, galangan kapal, dan manufaktur kini mulai menarik investasi yang bertumpu pada kebutuhan komputasi digital.
Perubahan itu dipicu meningkatnya permintaan terhadap layanan komputasi awan, kecerdasan artifisial atau AI, dan penyimpanan data di kawasan Asia Tenggara. Kedekatan Batam dengan Singapura membuat kawasan tersebut dinilai memiliki posisi strategis untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital regional.
Salah satu investasi yang menjadi perhatian ialah perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa. Kawasan ini berkembang menjadi lokasi berbagai pusat data yang melayani perusahaan teknologi internasional.
Selain itu, perusahaan DayOne bersama PT Equator Gate System menambah komitmen pembangunan pusat data baru di Batam. Di Bintan, DCI Indonesia juga memperluas investasinya.
Rangkaian proyek tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pusat data di BBK tidak lagi berdiri sendiri. Seluruh proyek diarahkan membentuk jaringan infrastruktur digital yang saling terhubung.
Pemerintah Singapura menilai pengembangan itu akan memperkuat posisi BBK sebagai simpul pertumbuhan ekonomi digital sekaligus mendukung ketahanan rantai pasok digital di kawasan.
Investasi digital tidak berhenti pada pembangunan gedung pusat data. Singtel melalui Nxera bersama PT Telkom tengah mengembangkan NeutraDC Nxera Batam, pusat data berkapasitas 54 megawatt yang dirancang mendukung komputasi AI dan layanan komputasi awan berskala besar.
Fasilitas tersebut dibangun agar mampu menangani beban komputasi berkepadatan tinggi yang dibutuhkan aplikasi AI generatif dan layanan digital masa depan.
Tahap pertama proyek berkapasitas 18 megawatt ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026. Nilai investasinya mencapai lebih dari Rp 1,4 triliun dan hingga kini telah menyerap sekitar 750 tenaga kerja di Batam.
Investasi tersebut tidak hanya memperbesar kapasitas pusat data Indonesia. Kehadiran NeutraDC juga diproyeksikan memperkuat konektivitas digital antara Indonesia dan Singapura sehingga lalu lintas data regional dapat berlangsung lebih efisien.
Ekosistem digital itu juga diperkuat oleh langkah ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC). Perusahaan tersebut mengembangkan kampus pusat data di Cikarang yang ditargetkan memiliki kapasitas lebih dari 360 megawatt pada 2029 untuk memenuhi lonjakan permintaan layanan AI dan komputasi awan.
Menurut STT GDC, pembangunan infrastruktur digital harus diikuti pengembangan sumber daya manusia. Karena itu perusahaan menjalin kerja sama dengan ATMI Cikarang, Politeknik Bandung, dan lembaga pelatihan EPI untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang pusat data.
Perusahaan itu juga bekerja sama dengan Asosiasi Pusat Data Indonesia (IDPRO) untuk memperkuat industri pusat data nasional.
Yang tidak kalah penting, STT GDC menggandeng Komite Nasional Kecerdasan Artifisial (KORIKA) untuk menyiapkan AI Innovation Centre. Pusat inovasi tersebut dirancang memberi akses kepada perusahaan rintisan Indonesia terhadap infrastruktur komputasi yang dibutuhkan untuk riset, pengembangan, dan pengujian teknologi AI.
Jika terealisasi, pusat inovasi itu dapat menjadi salah satu fondasi pengembangan ekosistem AI. Selama ini, akses terhadap komputasi berkapasitas tinggi masih menjadi tantangan bagi banyak perusahaan rintisan dan lembaga riset di Indonesia.

Industri Hijau dan Transformasi Batam
Transformasi Batam tidak berhenti pada pengembangan ekonomi digital. Kawasan ini juga diarahkan menjadi pusat industri rendah karbon yang menopang kebutuhan manufaktur bernilai tambah.
Salah satu proyek yang disiapkan ialah Tembesi Innovation District (TID). Kawasan industri seluas 100 hektar itu dikembangkan bersama oleh Sembcorp dan Panbil Group sebagai kawasan industri rendah karbon di Batam.
Berbeda dengan kawasan industri konvensional, TID dirancang untuk menarik perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan. Kawasan tersebut juga dilengkapi utilitas yang dapat diperluas sesuai kebutuhan industri serta konektivitas digital yang netral terhadap operator telekomunikasi.
Saat seluruh kawasan beroperasi, proyek itu diperkirakan mampu menciptakan sekitar 20.000 lapangan kerja. Kehadiran kawasan tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Batam sebagai tujuan investasi manufaktur berteknologi tinggi.
Sembcorp juga menjajaki pengembangan kawasan industri seluas 500 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Sauh, Batam. Kawasan itu diproyeksikan menjadi pusat industri menengah hingga berat yang memperkuat daya saing Batam dan Bintan sebagai pusat manufaktur sekaligus logistik regional.
Rencana tersebut menunjukkan investasi yang masuk tidak lagi berdiri sendiri. Infrastruktur digital, kawasan industri, dan layanan logistik mulai dirancang sebagai satu ekosistem yang saling menopang.
Tidak Hanya Mengarah ke Batam
Di luar Kepulauan Riau, Singapura juga memperluas investasi industrinya melalui Kendal Industrial Park di Jawa Tengah. Kawasan industri hasil kerja sama Sembcorp dan Jababeka itu akan memasuki usia 10 tahun pada November 2026.
Sejak beroperasi, Kendal Industrial Park telah menarik 139 tenant dengan nilai investasi sekitar 11 miliar dollar AS. Kawasan tersebut juga menciptakan hampir 77.000 lapangan kerja dan membukukan nilai ekspor sekitar 820 juta dollar AS.
Seluruh lahan tahap pertama kini telah terisi. Untuk memenuhi permintaan investor, pengelola memperluas kawasan seluas 1.000 hektar pada pengembangan tahap kedua.
Data tersebut menunjukkan hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura tidak hanya bertumpu pada perdagangan, tetapi juga pembangunan kawasan industri dalam jangka panjang.
Energi Bersih
Perubahan arah kerja sama juga tampak pada sektor energi. Jika sebelumnya investasi lebih banyak mengalir ke manufaktur, kini proyek energi rendah emisi mulai memperoleh porsi yang lebih besar.
Sembcorp bersama PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) dan Indonesia Investment Authority membangun salah satu pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Indonesia di Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah.
Nilai investasi proyek tersebut mencapai sekitar 210 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,5 triliun. Pembangkit itu memiliki kapasitas 200 megawatt yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 80 megawatt jam.
Listrik yang dihasilkan akan memasok kebutuhan kawasan industri Morowali yang selama ini dikenal sebagai pusat pengolahan nikel. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.
Selain memasok energi bersih, kerja sama itu juga mencakup alih pengetahuan, peningkatan kapasitas tenaga kerja, dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Mengurangi Ketergantungan Impor Energi
Kerja sama ekonomi hijau juga berkembang melalui proyek bio-metanol pertama di Indonesia. Perusahaan teknologi CRecTech bersama Pertamina New & Renewable Energy menandatangani nota kesepahaman untuk membangun fasilitas percontohan bio-metanol di Sei Mangkei, Sumatera Utara.
Proyek tersebut memanfaatkan biogas dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent menjadi bio-metanol, yaitu bahan bakar rendah emisi yang dapat dimanfaatkan sektor pelayaran, energi, dan industri.
Selain mendukung target dekarbonisasi, proyek itu diharapkan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor metanol. Jika uji coba berhasil, model serupa akan dievaluasi untuk diterapkan di berbagai wilayah Sumatera dan Kalimantan yang memiliki industri kelapa sawit.
Penguatan hubungan ekonomi kedua negara juga berlangsung di sektor logistik. PSA International bersama Pelindo terus mengembangkan New Priok Container Terminal One di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Terminal berkapasitas 1,5 juta TEUs per tahun itu menjadi terminal pertama di Tanjung Priok yang mengoperasikan kendaraan penarik peti kemas bertenaga listrik.
Sejak beroperasi, terminal tersebut menciptakan lebih dari 500 pekerjaan langsung. Dampaknya juga meluas ke sektor angkutan barang, pergudangan, jasa kepabeanan, hingga logistik.
PSA juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia. Sejak 2016, lebih dari 400 tenaga kerja Indonesia mengikuti pelatihan, termasuk program peningkatan kompetensi di kantor pusat PSA di Singapura.
Kerja sama kedua negara turut memasuki sektor kesehatan digital. Perusahaan teknologi kesehatan Neurowyzr menandatangani nota kesepahaman dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono untuk mengembangkan riset kesehatan otak, fungsi kognitif, serta penanganan stroke berbasis teknologi digital.
Neurowyzr juga bekerja sama dengan Prodia untuk mengintegrasikan layanan pemeriksaan fungsi otak digital ke jaringan laboratorium klinik tersebut.
Dengan lebih dari 300 cabang dan melayani sekitar lima hingga delapan juta pasien setiap tahun, Prodia dinilai dapat memperluas akses deteksi dini gangguan fungsi kognitif di Indonesia.
Kolaborasi ekonomi juga menyentuh program prioritas pemerintah. Grab memperluas dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis melalui penerapan Smart Kitchen AI dan teknologi Internet of Things untuk meningkatkan keamanan pangan, ketertelusuran distribusi makanan, serta standar higienitas dapur mitra usaha mikro, kecil, dan menengah.
Sejak 2024, Grab menyatakan telah mengalokasikan lebih dari satu juta dollar AS dan menyalurkan lebih dari 675.000 porsi makanan kepada sekitar 4.500 siswa dan guru di 33 sekolah yang tersebar di 11 kota.
Perusahaan tersebut juga menyiapkan pelatihan keamanan pangan, penggunaan aplikasi digital, serta edukasi gizi bagi mitra usaha. Program itu akan diperluas dengan menjangkau 500 hingga 700 penerima manfaat tambahan di Kudus, Jawa Tengah.
Bagi Indonesia, rangkaian proyek yang diumumkan dalam forum 6WG menunjukkan perubahan karakter investasi Singapura. Jika sebelumnya kerja sama lebih banyak bertumpu pada industri manufaktur padat karya, kini investasi mulai mengarah ke sektor yang mengandalkan teknologi, energi bersih, inovasi, dan sumber daya manusia berkeahlian tinggi.
Batam menjadi salah satu simpul utama perubahan tersebut. Kawasan ini tidak lagi diposisikan semata sebagai lokasi industri yang memanfaatkan kedekatan geografis dengan Singapura, melainkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital regional yang menghubungkan pusat data, kecerdasan artifisial, industri rendah karbon, logistik modern, dan layanan digital lintas negara.
Di sisi lain, keberhasilan strategi tersebut bergantung pada kesiapan Indonesia menyediakan pasokan listrik yang andal, air baku, jaringan telekomunikasi, kepastian regulasi, serta tenaga kerja yang mampu memenuhi kebutuhan industri digital. Tanpa prasyarat tersebut, investasi yang telah diumumkan berpotensi tidak berkembang secara optimal.
Bagi kedua negara, arah baru kerja sama ini juga menjadi pijakan menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura pada 2027. Di tengah meningkatnya persaingan ekonomi global, investasi yang berbasis inovasi dipandang sebagai fondasi bagi hubungan ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Baca Juga: Sembcorp Akhiri Perjanjian Pengembangan PLTS di Batam-Bintan-Karimun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









