Ansar Optimistis Pembangunan Jembatan Batam-Bintan Dilanjutkan Capres Prabowo-Gibran

Pembangunan jembatan batam-bintan
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Gedung Daerah, Senin 26 Februari 2024. Foto: gokepri/Engesti Fedro

Batam (gokepri) – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad optimistis pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) akan dilanjutkan calon presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Ansar yakin, di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, program-program pemerintah pusat yang berdampak langsung bagi kemajuan daerah, seperti pembangunan jalan lintas, Jembatan Babin, dan tol akan mudah terealisasi.

“Ya tinggal melanjutkan. Kami usahakan terus. Lelang dan survei kedalaman laut sudah dilakukan, tinggal menunggu realisasinya,” kata Ansar di Tanjungpinang, Senin (26/2/2024).

Baca Juga: Ini Skema Pembiayaan China untuk Proyek Jembatan Batam-Bintan

Saat ini, progres pembangunan Jembatan Babin masih terhambat di tahap survei kedalaman laut karena kekurangan dana. Sebelumnya, pemerintah Kepri mendapatkan anggaran Rp65 miliar tahun 2023 untuk survei kedalaman (soil investigation) pembangunan jembatan sepanjang 14,753 kilometer ini.

“Survei kedalaman laut sudah dilakukan, tapi kami masih mengupayakan tambahan anggaran dari pemerintah pusat,” ujar Ansar. Ia optimistis banyak investor yang tertarik untuk turut serta terlibat dalam pembangunan Jembatan Babin. Ansar berharap proyek besar itu bisa segera direalisasikan karena akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Kepulauan Riau.

“Sudah banyak investor yang tertarik. Kami optimistis proyek ini bisa segera dimulai,” kata dia.

Pembangunan Jembatan Babin diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar pulau di Kepulauan Riau, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan pariwisata di wilayah tersebut.

Untuk diketahui, sejak awal 2023 Pemerintah dan Bank Investasi Infrastruktur Asia atau AIIB menyepakati kerja sama pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Pulau Batam dan Bintan di Kepulauan Riau. Infrastruktur sepanjang 6,97 kilometer itu diharapkan bakal membantu Bintan mengejar pertumbuhan ekonomi Batam.

Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan sudah didengungkan sejak sekitar 20 tahun lalu. Namun, upaya serius untuk mewujudkannya baru dilakukan pada Desember 2020 saat pemerintah menetapkan titik awal pembangunan jembatan itu di Pulau Batam.

Menurut rencana, jembatan sepanjang 6,97 kilometer (km) itu akan terdiri atas tiga bagian. Jembatan pertama sepanjang 2,17 kilometer menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tanjung Sauh. Jembatan kedua sepanjang 3,9 km menghubungkan Pulau Tanjung Sauh dengan Pulau Buau. Adapun jembatan ketiga sepanjang 0,9 km menghubungkan Pulau Buau dengan Pulau Bintan.

Pemerintah Provinsi Kepri dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menandatangani kerja sama dengan AIIB di Tanjung Pinang, Senin (9/1/2023). Pemerintah mengusulkan pinjaman sebesar USD300 juta atau sekitar Rp 4,65 triliun.

Pinjaman sebesar Rp 4,65 triliun dari AIIB akan dipakai untuk membangun Jembatan Batam-Bintan bagian I, yakni jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Tanjung Sauh. Penandatanganan pinjaman dijadwalkan paling lambat pada Kuartal II-2024.

Pemerintah tengah menunggu proses soil investigation atau penyelidikan tanah di 16 titik tempat tiang Jembatan Batam-Bintan bagian I akan dibangun. Kementerian PUPR menganggarkan Rp 50 miliar untuk penyelidikan tanah dan memastikan kelayakan desain jembatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro

Pos terkait