Anggota DPRD Batam Minta Disdik Jangan Anak Tirikan Sekolah Swasta

Gedung DPRD Batam kebakaran
Anggota DPRD Batam Udin P Sihaloho. Foto: gokepri/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam Udin P Sihaloho meminta Dinas Pendidikan (Disdik) agar tidak meminggirkan sekolah swasta dalam upaya penanganan masalah pendidikan di Batam.

Desakan ini muncul setelah ratusan calon siswa Sekolah Dasar (SD) dilaporkan tidak diterima di sekolah negeri di Batam dalam penerimaan siswa baru tahun ajaran 2024/2025.

“Kalau bisa Pemerintah Kota Batam memberikan insentif juga kepada sekolah swasta jangan jadikan sekolah swasta anak tiri,” kata Udin saat dihubungi, Rabu 19 Juni 2024.

Ia juga meminta agar Dinas Pendidikan mematuhi betul aturan penerimaan peserta didik baru. Jangan sampai ada praktek-praktek titip menitip seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: 628 Calon Siswa Tak Lolos PPDB SD Negeri di Batam

“Kalau bisa aturan itu ditegakkan betul-betul. Jangan nanti ada pula siswa yang diterima dan tidak diterima,” kata dia.

DPRD juga akan memanggil Dinas Pendidikan untuk untuk segera mencari solusi bagi ratusan siswa yang tidak diterima.

Sebelumnya, sebanyak 628 calon siswa SD Negeri di Batam dinyatakan tidak lolos seleksi penerimaan siswa baru melalui jalur afirmasi, zonasi, dan perpindahan orang tua.

Kepala Dinas Pendidikan Batam, Tri Wahyu Rubianto mengatakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Kota Batam. Data Rencana Daya Tampung (RDT) SD di Kota Batam sebanyak 12.528. Pihak sekolah terpaksa melakukan penolakan kepada calon siswa karena sekolah yang dituju penuh.

“Kita masih ada sisa 1.401 RDT. Ini tidak bisa kita terima karena sebaran lokasinya berbeda-beda, seperti di Batu Ampar yang tidak diterima satu siswa saja. Tapi di Batu Ampar masih ada RDT 54 jadi masih bisa lah diterima,” kata dia

Tri mengimbau masyarakat untuk memahami keterbatasan daya tampung di sekolah negeri. Ia menekankan bahwa sekolah swasta memiliki kualitas yang setara dengan sekolah negeri.

“Solusi yang ditolak bisa mendaftar di sekolah swasta. Tapi, kalau ada kebijakan dari wali kota bisa diarahkan ke sekolah yang terdekat dengan catatan RDT masih cukup,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro

BAGIKAN