628 Calon Siswa Tak Lolos PPDB SD Negeri di Batam

pos pengaduan ppdb batam
Petugas Pos Pengaduan Disdik Batam siap melayani masyarakat yang kesulitan melakukan pendaftaran PPDB. Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri.com) – Sebanyak 628 calon siswa tak lolos seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Dasar (SD) Negeri melalui jalur afirmasi, zonasi, dan perpindahan orang tua.

“Yang paling banyak ditolak di Kecamatan Bengkong ada 181 orang. Batam Kota 163 orang. Itu ditolak (karena) tidak memenuhi persyaratan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Batam, Tri Wahyu Rubianto, Rabu 19 Juni 2024.

Tri menjelaskan, sejak dibukanya PPDB SD pada 3 Juli 2024 lalu total yang menyelesaikan berkas sampai dengan memilih sekolah pada pelaksanaan PPDB Tahun Ajaran 2024 melalui jalur afirmasi, perpindahan orang tua dan zonasi mencapai 12.349 peserta didik.

Baca Juga: PPDB Hari Pertama Penuh Drama, Orang Tua Mengeluh Kesulitan Unggah Berkas

Sedangkan yang melengkapi berkas pendaftaran sebanyak 17.755 peserta didik. Dari 17.755 yang telah melengkapi berkas dan diterima hanya 11.127 peserta didik, sementara 628 calon peserta didik lainnya ditolak.

“Itu semua tersebar di 9 kecamatan di Batam,” kata dia.

Tri menjelaskan, salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Kota Batam. Data Rencana Daya Tampung (RDT) SD Negeri di Batam mencapai 12.528. Pihak sekolah terpaksa melakukan penolakan kepada calon siswa karena sekolah yang dituju penuh.

“Kita masih ada sisa 1.401 RDT. Ini tidak bisa kita terima karena sebaran lokasinya berbeda-beda, seperti di Batuampar yang tidak diterima satu siswa saja. Tapi di Batuampar masih ada RDT 54 jadi masih bisa lah diterima,” kata dia

Tri mengimbau masyarakat untuk memahami keterbatasan daya tampung di sekolah negeri. Ia menekankan bahwa sekolah swasta memiliki kualitas yang setara dengan sekolah negeri.

Namun, alasan utama masyarakat memilih sekolah negeri adalah dari sisi finansial, karena sekolah negeri mendapatkan insentif dari pemerintah sehingga tidak memungut biaya pendidikan.

“Solusi yang ditolak bisa mendaftar di sekolah swasta. Tapi, kalau ada kebijakan dari wali kota bisa diarahkan ke sekolah yang terdekat dengan catatan RDT masih cukup,” kata dia.

Anggota DPRD Batam Udin P Sihaloho mengungkapkan kekecewaannya terhadap kasus tidak diterimanya ratusan siswa di sekolah negeri dalam penerimaan siswa baru tahun ajaran 2024/2025.

Menurut dia, situasi ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem penerimaan siswa baru yang perlu segera diperbaiki.

“Kalau bisa aturan itu ditegakkan betul-betul. Jangan nanti ada pula siswa yang diterima dan tidak diterima,” kata dia.

DPRD Juga akan memanggil Dinas Pendidikan untuk segera mencari solusi bagi ratusan siswa yang tidak diterima.

“Orang tua juga jangan dipaksakan anaknya di negeri. Kalau bisa Pemerintah Kota Batam memberikan insentif juga kepada sekolah swasta, jangan jadikan anak tiri,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

BAGIKAN