Pangkas Anggaran Tak Penting, Prioritaskan Seragam Gratis Siswa

Balai Adat Seri Indera Sakti
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. FOTO: Kemenparekraf

TANJUNGPINANG (gokepri) – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meminta program seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP di Tanjungpinang tetap dijalankan.

Pemko diminta memprioritaskan alokasi anggaran seragam gratis dengan memangkas belanja yang tidak terlalu penting. Program ini dianggap sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama dalam situasi ekonomi yang sulit, dan telah menjadi kegiatan rutin tahunan sejak 2019.

“Saya sudah meminta langsung Pj Wali Kota Tanjungpinang Andri Rizal agar program ini tetap direalisasikan,” ujar Ansar di Tanjungpinang, Kamis 15 Agustus.

Ansar menjelaskan ia awalnya mendapat informasi bahwa Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) Pemkot Tanjungpinang memutuskan untuk membatalkan bantuan seragam gratis tahun ini karena keterbatasan anggaran. Mengetahui hal tersebut, Ansar segera memanggil Pj Wali Kota untuk mengevaluasi keputusan itu.

Ia menginstruksikan agar belanja APBD yang tidak prioritas, seperti biaya perjalanan dinas, kegiatan seremonial, dan rapat yang kurang penting, dipangkas.

“Anggaran perjalanan dinas, misalnya, sebaiknya tidak terlalu besar. Sebagian dialihkan untuk kegiatan prioritas, termasuk bantuan seragam gratis untuk siswa baru,” tegas Ansar.

Ia menekankan bantuan seragam gratis bagi siswa baru SD dan SMP masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat Tanjungpinang, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Program ini juga telah menjadi kegiatan rutin tahunan Pemkot Tanjungpinang sejak 2019 hingga 2023.

“Saya yakin, meskipun Pj Wali Kota masih baru, program ini tetap bisa direalisasikan tahun ini,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Salbiah, menyatakan pihaknya terpaksa membatalkan program seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP karena defisit anggaran. Keputusan tersebut diambil oleh TAPD Pemkot Tanjungpinang.

“Kondisi anggaran yang tengah defisit memaksa kami membatalkan program ini,” ujar Salbiah.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,7 miliar melalui APBD 2024 untuk menyediakan seragam gratis bagi 3.000 siswa SMP dan 2.000 siswa SD. Namun, rencana tersebut harus dibatalkan karena defisit anggaran.

“Kami tidak bisa berbuat banyak, karena keputusan ini diambil oleh TAPD,” katanya.

Baca: Tak Ada Anggaran Seragam Sekolah Gratis, Orang Tua Siswa Kecewa

Salbiah juga menyampaikan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Teguh Ahmad Syafari telah menginformasikan pembatalan ini kepada kepala sekolah SD dan SMP di Tanjungpinang. Kepala sekolah diminta untuk menyampaikan informasi ini kepada orang tua atau wali murid.

“Kami berharap kepala sekolah dapat memberikan pemahaman kepada orang tua siswa untuk memaklumi kebijakan ini,” tutupnya. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait