Tanjungpinang (gokepri.com) – Untuk mempercepat program penurunan stunting, Posyandu di tujuh kabupaten kota di Kepri mendapatkan insentif Rp5 juta per tahun. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kepri Mochammad Bisri.
“Total bantuan yang diberikan sebesar Rp7,3 miliar untuk 1.467 Posyandu se-Kepri di tahun 2024,” ujarnya, Selasa 30 Juli 2024.
Bisri menyebut pemberian bantuan itu sudah dilakukan Pemprov Kepri sejak tahun 2023 dan berlanjut hingga 2024. Bantuan yang diberikan ini bisa digunakan untuk mendukung kegiatan operasional posyandu.
Baca Juga: PKK dan Posyandu Berperan Penting Tangani Stunting di Kepri
Kader posyandu menurut dia menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga ke pelosok desa yang diantaranya melakukan intervensi penurunan stunting.
“Posyandu ini sebagai salah satu perpanjangan tangan puskesmas dalam memberikan pelayanan dan pemantauan kesehatan masyarakat yang dilaksanakan secara terpadu,” kata dia.
Insentif ini menjadi bentuk perhatian Pemprov Kepri untuk menunjang peran penting posyandu dalam upaya mempercepat upaya penurunan stunting. Sesuai amanat Presiden RI, kasus stunting ditargetkan turun menjadi 14 persen di tahun 2024.
Angka stunting di Kepri kata Bisri di tahun 2023 sebesar 16,8 persen atau naik dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 15,4 persen. namun kondisi ini masih di bawah rata-rata nasional sebesar 21,5 persen.
Percepatan penanganan stunting bukan merupakan hal yang mudah, tapi butuh kerja sama dan kerja keras semua, yaitu antara pemerintah dengan stakeholder terkait dan organisasi-organisasi mitra kerja pemerintah. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









