Kampanye Cegah Stunting di Natuna, Edukasi hingga Kelas Ibu Hamil

Gibran asam sulfat
Ilustrasi. Ibu hamil di Natuna mendapat edukasi hingga kelas ibu hamil untuk mencegah stunting. Foto: Pixabay

Natuna (gokepri.com) – Kampanye cegah stunting di Natuna dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna lewat berbagai cara. Mulai dari eduksai hingga kelas ibu hamil.

Kampanye cegah stunting itu diberi nama Gerakan Ibu Hamil (Bumil) Sehat. Selain mencegah stunting, kampanye ini juga bertujuan mengurangi risiko kematian ibu hamil.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan kampanye itu dilakukan dengan mengedukasi ibu-ibu hamil di wilayah puskesmas seluruh Natuna.

HBRL

Baca Juga: PKK dan Posyandu Berperan Penting Tangani Stunting di Kepri

“Kegiatan melalui daring dan dipusatkan di Puskesmas Ranai, Kecamatan Bunguran Timur,” ujarnya, Jumat 6 Oktober 2023.

Dalam kampanye itu, Dinkes memberikan edukasi kepada pasangan suami istri terkait pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil dan cara memenuhi kebutuhan nutrisi serta menjaga mental ibu hamil.

“Kampanye gerakan ibu hamil sehat ini menyasar ibu hamil melalui aktivitas gerakan pemeriksaan ibu hamil minimal enam kali selama masa kehamilan, termasuk USG dan dokter, semarak kelas ibu hamil, apresiasi dan dukungan bumil sehat,” ujar Hikmat.

Hikmat mengatakan ibu hamil yang sehat akan melahirkan anak yang pintar dan sehat. Risiko stunting dan kematian ibu hamil pun akan berkurang.

“Intervensi stunting harus dilakukan sebelum dan setelah kelahiran,” ujarnya.

Seluruh puskesmas di Natuna pun diminta bekerja dengan maksimal agar program mendapatkan hasil optimal. Hikmat berharap seluruh puskesmas dan layanan kesehatan ikut dalam kampenye tersebut.

“Puskesmas yang sukses mengkampanyekan program ini juga akan mendapatkan apresiasi dari Pemkab Natuna,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Ranai, Nazri mengatakan pihaknya akan mendukung penuh kampanye tersebut. Setiap satu bulan sekali tim Puskesmas Ranai akan mengunjungi posyandu-posyandu di wilayahnya guna menyosialisasikan gerakan itu kepada ibu hamil.

“Kita buat kelas ibu hamil, jadwalnya sudah ada, nanti kita berikan ke masing-masing posyandu, agar bisa diberikan ke bumil,” kata Nazri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait