Jakarta (gokepri) – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi mengusulkan tambahan anggaran senilai Rp758,99 miliar untuk pengembangan kawasan Rempang Eco City. Tambahan anggaran tersebut rinciannya untuk pembangunan jalan akses menuju tempat relokasi dan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah relokasi senilai Rp349,14 miliar.
Kemudian, pembangunan fasilitas umum, fasilitas sosial, dan aset pemerintah di tempat relokasi senilai Rp349,80 miliar. Terakhir, pembangunan dermaga di wilayah relokasi senilai Rp60 miliar.
“Dengan demikian, usulan total tambahan untuk pengembangan kawasan Rempang menjadi senilai Rp 1.608,99 miliar,” kata Rudi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu, 13 September 2023, dikutip dari Tempo.co.
Baca Juga: INFOGRAFIS: Linimasa dan Jejak Pengembangan Rempang
Dia mengatakan usulan tambahan anggaran tersebut telah disampaikan kepada Menteri Keuangan. Lebih lanjut, Rudi mengatakan, keberhasilan pengembangan Rempang Eco City yang merupakan proyek strategis nasional (PSN) ini bakal bernilai strategis. Bukan hanya terhadap pengembangan investasi tapi terhadap perekonomian khususnya di kawasan ekonomi Batam.
Rudi mengatakan dampak ekonomi yang bakal diperoleh dari Rempang Eco City akan sangat signifikan. “Nilai investasi utamanya Rp 381 triliun yang perlu tenaga kerja kurang lebih tiga ribu orang,” kata Rudi. Selain itu, kata dia, ada nilai tambah dari berbagai kegiatan ekonomi pendukung dan turunannya.
Rempang Eco City merupakan proyek strategis nasional (PSN) 2023 berupa pengembangan Pulau Rempang sebagai kawasan industri, perdagangan, hingga wisata yang terintegrasi. Proyek Rempang Eco City bakal dibangun di atas dua Kelurahan Pulau Rempang, Kelurahan Sembulang dan Rempang Cate.
Proyek Rempang Eco City bakal dibangun di atas dua Kelurahan Pulau Rempang, Kelurahan Sembulang dan Rempang Cate. Kawasan tersebut dijadikan proyek strategis nasional (PSN) yang telah ditetapkan pada akhir Agustus 2023. Ketentuan ini tertuang dalam Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.
Mengutip siaran pers Kemenko Perekonomian yang dipublikasi pada 12 April 2023, pengembangan kawasan Rempang menjadi bagian dari arah kebijakan dan langkah strategis pengembangan Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) yang telah disusun dalam Rencana Induk Pengembangan KPBPB BBK.
“Nah tentu dengan rencana induk ini diharapkan Kawasan Rempang bisa dikembangkan untuk industri, jasa, dan pariwisata, dan diharapkan efeknya bisa berkembang. Tentu Batam Bintan Karimun, termasuk Rempang ini, dekat dengan Singapura dan Malaysia, (sehingga) diharapkan bisa memberikan daya saing yang tinggi di kawasan tersebut,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Airlangga berharap pengembangan Kawasan Rempang akan dapat memberikan spillover effect kepada kawasan-kawasan lain di sekitarnya. Apalagi letak Pulau Rempang yang tidak jauh dari Singapura dan Malaysia. Airlangga berharap hal itu dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Adapun pelaksanaan rencana investasi yang dilakukan oleh PT Makmur Elok Graha secara keseluruhan hingga 2080, nilainya kurang lebih Rp 381 triliun dan mampu menyerap tenaga kerja langsung sejumlah 306 ribu orang. Investasi yang akan dilakukan antara lain industri menengah, industri manufaktur dan logistik, kawasan pariwisata terintegrasi, serta kawasan perumahan dan perdagangan jasa terintegrasi.
Untuk Tahap I sampai 2040 akan direalisasikan investasi sekitar Rp 29 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak kurang lebih 186 ribu orang melalui pengembangan industri manufaktur dan logistik, pariwisata MICE, dan kegiatan perumahan yang didukung oleh perdagangan dan jasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









