Ekonomi Singapura Lolos dari Resesi, Manufaktur Melemah

Ekonomi Singapura 2021
Keppel Terminal di Singapura. (foto: Reuters)

Singapura (gokepri) – Ekonomi Singapura berhasil lepas dari resesi setelah mencatat pertumbuhan sebesar 0,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II/2023. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan pertumbuhan 0,4 persen pada kuartal sebelumnya.

Berdasarkan estimasi awal yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) pada Jumat (14/7/2023), ekonomi Singapura juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,3 persen pada basis penyesuaian musiman kuartal ke kuartal. Angka ini menandai perubahan dari kontraksi sebesar 0,4 persen pada kuartal I/2023. Dengan demikian, ekonomi Singapura berhasil menghindari risiko resesi teknis.

Perkiraan awal untuk kuartal II/2023 sebagian besar didasarkan pada data bulan April dan Mei 2023, dua bulan pertama dalam kuartal tersebut.

HBRL

“Estimasi ini dimaksudkan sebagai indikasi awal pertumbuhan PDB pada kuartal II/2023 dan dapat direvisi ketika data yang lebih komprehensif tersedia,” kata MTI seperti dilaporkan oleh Channel News Asia (CNA) pada Jumat (14/7/2023).

Namun, sektor manufaktur mengalami kontraksi sebesar 7,5 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal II/2023. Angka tersebut menurun dari kontraksi sebesar 5,3 persen pada kuartal sebelumnya.

“Lemahnya kinerja sektor ini disebabkan oleh penurunan output di semua klaster manufaktur, kecuali klaster teknik transportasi,” ungkap MTI.

Sementara itu, sektor konstruksi mencatat pertumbuhan sebesar 6,6 persen yoy pada kuartal II/2023, melanjutkan pertumbuhan sebesar 6,9 persen pada kuartal I/2023. Pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi output konstruksi sektor publik dan swasta di Singapura.

Pada basis penyesuaian musiman kuartalan, sektor konstruksi mencatat pertumbuhan sebesar 2,6 persen pada kuartal II/2023, meningkat dari pertumbuhan 0,3 persen pada kuartal sebelumnya (qtq).

Sementara itu, di antara sektor jasa, sektor perdagangan grosir dan eceran serta sektor transportasi dan pergudangan secara kolektif mencatat pertumbuhan sebesar 2,6 persen qtq pada kuartal II/2023, berbalik dari kontraksi sebesar 0,7 persen pada kuartal sebelumnya. Semua sektor dalam grup ini mencatat pertumbuhan selama kuartal tersebut.

“Pertumbuhan di sektor transportasi dan pergudangan terutama didorong oleh segmen transportasi air dan udara, sementara pertumbuhan di sektor perdagangan besar didukung oleh segmen mesin, peralatan, dan perlengkapan, serta segmen bahan bakar dan bahan kimia,” jelas MTI.

Baca Juga: Ekonomi Singapura Tumbuh 5,9 Persen Kuartal IV, Lewati Proyeksi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Channel News Asia

 

Pos terkait