Pemprov Kepri Hibahkan Rp870 Juta untuk Vihara di Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menghadiri pentas seni perayaan Waisak di Tanjungpinang. Foto: Diskominfo Kepri

Tanjungpinang (gokepri.com) – Tahun 2023 ini Pemerintah Provisi Kepri hibahkan dana sebesar Rp870 juta untuk vihara di Kepri. Bantuan itu tersebar di vihara yang ada di Karimun, Lingga, Tanjungpinang dan Anambas.

Sebelumnya di tahun 2022 Pemprov Kepri telah menggelontorkan dana hibah untuk vihara di Kepri di antaranya di Lingga, Bintan, Tajungpinang dan Batam sebesar Rp2,438 miliar.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan dana hibah yang diberikan untuk vihara-vihara di Kepri ini sebagai perhatian terhadap penguatan keagamaan termasuk agama Buddha.

Baca Juga: Hari Raya Waisak 2023, 94 Napi di Kepri dapat Remisi

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri acara Pentas Seni Wiasak 2567 TB/2023 di Jalan Merdeka, depan Vihara Bahtra Sasana Tanjungpinang, Sabtu 6 Juni 2023 malam.

Selain memberikan hibah untuk vihara, Pemprov Kepri juga memberikan hibah untuk pemuka agama Buddha yang ada di Kepri dengan total 57 orang, dengan alokasi anggaran berjumlah Rp68,4 juta.

“Saya memohon doa dan dukungan dari masyarakat dan para tokoh tionghoa agar mengawal  dan mendukung jalannya pembangunan saat ini sehingga ke depan pembangunan bisa dirasakan manfaatnya oleh semua pihak. Selamat Waisak,  semoga membawa kebaikan, memperkokoh persatuan dan persaudaraan,”kata Ansar, dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat di antaranya Anggota DPD RI Haripinto Tanuwidjaja, Wali Kota Tanjungpinang Rahma, Anggota DPRD Kepri Bobby Jayanto, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni.

Kemudian Ketua Umum Permabudhi Kepri Hengky Suryawan serta para pimpinan Organisasi Sosial dan Keagamaan Tanjungpinang dan Kepri.

Umat Buddha di Tanjungpinang dan sekitarnya tampak antusias menghadiri pentas seni tersebut. Selain dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan, kegiatan juga diselingi dengan pembagian kupon hadiah.

Dalam kesempatan itu Ansar juga menyampaikan apresiasi kepada umat Buddha yang mayoritas warga Tionghoa atas kontribusinya dalam pembangunan di Kepri.

Menurut Ansar walaupun dengan keberagaman suku, adat, budaya dan agama yang ada di Kepulauan Riau, namun masyarakat di Kepri selalu hidup berdampingan, saling menghargai dan menjunjung nilai toleransi. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait