Bupati Aneng Ingin Turnamen Sepak Bola Satukan Pemuda Anambas

Bupati Kepulauan Anambas Aneng membuka turnamen sepak bola HUT Desa Mubur di lapangan Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara.
Bupati Kepulauan Anambas Aneng saat pembukaan turnamen sepak bola HUT ke-51 Desa Mubur dan HUT ke-40 Karang Taruna Alim Sidi di Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara, Kamis, 21 Mei 2026. GOKEPRI/Wisnu EEn

ANAMBAS (gokepri) – Lapangan Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara, dipenuhi warga ketika turnamen sepak bola Hari Ulang Tahun ke-51 Desa Mubur dan HUT ke-40 Karang Taruna Alim Sidi resmi dibuka, Kamis, 21 Mei 2026. Sebanyak 64 tim turun dalam kompetisi yang bukan hanya menjadi agenda perayaan desa, tetapi juga ruang pertemuan pemuda dari berbagai wilayah di Kepulauan Anambas.

Di tengah antusiasme masyarakat, Bupati Kepulauan Anambas Aneng memilih menyoroti hal yang kerap luput dari euforia pertandingan: pengendalian emosi dan semangat persaudaraan di lapangan.

Turnamen sepak bola di Desa Mubur menjadi salah satu agenda terbesar dalam rangkaian peringatan ulang tahun desa dan Karang Taruna Alim Sidi. Sejak pembukaan, area lapangan dipadati warga yang datang menyaksikan prosesi seremonial sekaligus pertandingan perdana.

Bupati Aneng membuka langsung turnamen tersebut. Dalam sambutannya, ia meminta para pemain menjunjung sportivitas dan menjaga sikap selama pertandingan berlangsung.

“Satu sama lain jangan saling menyikut. Itu pesan Bapak sama adek-adek semua. Biasa kalau tahan betis, betis aja, jangan pakai tangan. Emosi tak boleh,” kata Aneng yang disambut tawa dan tepuk tangan penonton.

Suasana cair itu berlanjut ketika Aneng menyelipkan candaan kepada para peserta agar tidak melampiaskan emosi kepada lawan di lapangan.

“Kalau nak emosi, cari pohon kelapa tuh, tendang pohon kelapa tuh. Kerasnya itu, keras kita gitu aja,” ujarnya sambil tersenyum.

Di balik gaya penyampaian yang santai, pesan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang lazim muncul dalam turnamen antarkampung maupun kompetisi masyarakat: persaingan yang berpotensi memicu gesekan antarpemain dan pendukung.

Aneng menegaskan turnamen itu bukan semata soal mengejar gelar juara. Ia ingin olahraga menjadi medium yang memperluas relasi sosial di tengah masyarakat kepulauan.

“Ini bukan mencari Piala Dunia, mencari persahabatan, saudara kita makin banyak. Harapan Bapak gitu,” ucapnya.

Turnamen yang diikuti 64 tim itu diperkirakan berlangsung selama beberapa pekan ke depan. Panitia juga menyiapkan hadiah bagi tim-tim terbaik.

Ketua panitia pelaksana, meski tidak menyampaikan pernyataan resmi dalam kegiatan pembukaan, menyiapkan rangkaian pertandingan dengan format yang memberi ruang partisipasi luas bagi tim lokal. Kehadiran puluhan tim menunjukkan sepak bola masih menjadi olahraga yang memiliki daya tarik kuat di tingkat desa.

Bagi Desa Mubur, perayaan ulang tahun desa kali ini tidak hanya berisi seremonial. Lapangan sepak bola berubah menjadi ruang temu masyarakat, tempat generasi muda berkumpul, bersaing, sekaligus menjaga ikatan sosial.

Turnamen tersebut juga diharapkan menjadi jalur pembinaan atlet usia muda di Anambas. Di daerah kepulauan dengan akses kompetisi yang terbatas, ajang seperti ini kerap menjadi titik awal munculnya bibit pemain baru. ADVERTORIAL

Baca Juga: BRK Syariah Tambah Sarana Kebersihan untuk Pulau-Pulau Anambas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait