BATAM (gokepri) – Bea Cukai menjadi sorotan publik setelah beberapa kecurangan dilaporkan terkait registrasi International Mobile Equipment Identity (IMEI).
Informasi ini terungkap melalui surat terbuka yang diatasnamakan Pegawai Milenial Bea Cukai Kualanamu, Sumatra Utara, yang membongkar kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan oleh oknum di lingkup kerja mereka selama Januari hingga Desember 2022.
Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Humas Bea Cukai Sudiro mengatakan bahwa dari hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses bisnis, termasuk registrasi IMEI atas Handphone, Komputer, dan Tablet (HKT), didapati pelanggaran atas pendaftaran IMEI. DJBC mengakui adanya tindak kecurangan dan sudah melakukan beberapa langkah untuk menyelesaikan masalah ini.
Baca: Pegawai Milenial Bea Cukai Kualanamu Layangkan Surat Terbuka untuk Petinggi DJBC
“Sampai dengan saat ini kami telah memeriksa 25 pegawai dengan hasil 21 pegawai direkomendasikan hukuman ringan-berat,” kata Sudiro, Jumat (24/3/2023), dilansir dari Detik.com.
Langkah pertama yang diambil DJBC adalah memberikan tindakan pengenaan disiplin kepada para pegawai yang terlibat dalam pelanggaran pendaftaran IMEI di unit vertikal DJBC. Sebanyak 25 pegawai diperiksa, dan dari hasilnya, 21 pegawai direkomendasikan hukuman ringan-berat.
Langkah kedua, DJBC telah berupaya meningkatkan kewaspadaan lewat penerbitan Nota Informasi Nomor NI-17/BC.10/2022 tanggal 11 Oktober 2022 kepada jajaran Kantor Wilayah DJBC terkait peningkatan volume pendaftaran IMEI melalui barang penumpang serta menetapkan standar Monitoring dan Evaluasi Pendaftaran IMEI dalam INS-06/BC/2022 tentang Monitoring dan Evaluasi Bandar Udara.
Selain itu, DJBC juga meningkatkan penyempurnaan sistem pelayanan dan pengawasan pendaftaran IMEI dengan aplikasi E-Customs Declaration dengan menyematkan fitur pengenalan otomatis dan auto-fill merk dan tipe HKT dengan memanfaatkan database TAC (Type Allocation Code) pada aplikasi E-Customs Declaration. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan manipulasi merk dan tipe HKT dengan IMEI yang berbeda.
Terakhir, DJBC meningkatkan pengamanan pendaftaran IMEI yang dikoordinasikan oleh unit terkait di DJBC, antara lain Direktorat Teknis Kepabeanan, Direktorat Kepatuhan Internal, Direktorat Penindakan dan Penyidikan, dan Direktorat Informasi Kepabeanan. Langkah ini juga melibatkan seluruh pimpinan Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga: Unlock IMEI iPhone Gratis, Ini Penjelasan Bea dan Cukai






