POTENSI ENERGI BERSIH: PGN dan Tiga Korporasi Jepang Kembangkan Biometana

Energi bersih biometana
Penandatanganan kerja sama PGN, DAIGAS, JGC, INPEX di Jepang, Selasa 7 Maret 2023. Foto: Dok. PGN

JEPANG (gokepri) – PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina bekerja sama dengan perusahaan gas dari Jepang, Osaka Gas Co., Ltd (DAIGAS), JGC Holding Corporation (JGC), dan INPEX Corporation (INPEX), untuk proyek pengembangan biometana sebagai energi bersih.

Proyek ini menggunakan biometana, produk turunan biogas, yang bersumber dari limbah minyak kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Proyek ini merupakan kelanjutan dari kerjasama antara PT Pertamina (Persero) selaku Holding Migas dengan DAIGAS, JGC, dan INPEX dalam kajian bersama mengenai proyek energi bersih di Indonesia.

Selain itu, proyek ini juga tindak lanjut dari program Asia Zero Emission Community (AZEC) yang diumumkan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada rangkaian presidensi G20 pada 14 November 2022 di Bali. Pemerintah Jepang menyatakan siap membantu Indonesia untuk mendukung proses transisi energi di Indonesia, sebagai bagian dari kerangka kerjasama AZEC.

HBRL

PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina meneken perjanjian kerja sama dengan perusahaan gas dari Jepang yakni Osaka Gas Co., Ltd (DAIGAS), JGC Holding Corporation (JGC), INPEX Corporation (INPEX) untuk proyek energi bersih biometana. Dalam hal ini, biometana bersumber dari limbah minyak kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Dalam penandatanganan kerjasama, PGN, DAIGAS, JGC, INPEX dan PTPN sepakat melakukan studi pengolahan menjadi biometana POME atau biogas yang disupplai dari PTPN. PTPN memiliki portofolio dalam bidang pengelolaan, pengolahan, dan pemasaran hasil perkebunan yang berfokus pada kelapa sawit dan karet

“Pada proyek biomethane dari POME ini, PGN berpartisipasi mendukung hubungan G to G di negara-negara Asia untuk memastikan keamanan suplai dan keterjangkauan energi di masa transisi energi untuk mencapai target karbon netral. Sejalan dengan kesiapan PGN untuk mengembangkan biomethane yang pemanfaatannya setara dengan gas bumi bagi berbagai sektor,” ujar Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan, Selasa 7 Maret 2023.

Heru juga menyatakan kesiapan distribusi biometana yang dapat menggunakan jaringan pipa maupun non pipa gas bumi PGN Group. Kerjasama ini akan sangat membantu dalam akselerasi pengembangan Biometana di Indonesia. Dengan portofolio PTPN dalam pengolahan minyak kelapa sawit, kajian dapat diperdalam pada pabrik kelapa sawit dan pabrik pengolahan POME, sebagaimana yang diperlukan untuk fasilitas produsi Bio-CNG turunan POME dan pembuatan kredit karbon atau biosertifikat.

Melalui kerjasama ini, dapat dilakukan pengukuran terhadap Chemical Oxygen (“COD”) POME dari pabrik minyak kelapa sawit untuk memperhitungkan risiko penurunan produksi bio-metana tahunan, sehingga dapat diantisipasi.

Selain kerjasama ini, PGN juga membuka peluang untuk bekerjasama dengan badan usaha lain yang bergerak di pengolahan kelapa sawit untuk meningkatkan kapasitas produksi yang dibutuhkan pasar.

“Biomethane sebagai salah satu energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan, dapat menggantikan bahan bakar minyak yang berasal dari fosil. Limbah pabrik kelapa sawit atau POME mengandung bahan yang menghasilkan emisi metana cukup tinggi. Maka PGN bersama mitra berkomitmen mengoptimakan kerjasama ini untuk mengubah POME menjadi bio energi, agar dapat menambah pasokan energi bersih secara berkelanjutan,” ujar Heru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: Pembangunan Jaringan Gas Bumi, PGN Targetkan 36 Ribu Sambungan Rumah di Bintaro

Penulis: Candra Gunawan

Pos terkait