Bank Riau Kepri Syariah Diluncurkan Akhir Juni

Bank RIau Kepri Syariah
Media Gathering Media Bank Riau Kepri di Kota Batam, Golden Prawn, Sabtu 11 Juni 2022. (Foto: Engesti/Gokepri)

Batam (gokepri.com) – PT Bank Riau Kepri mengumumkan bakal mengganti nama menjadi Bank Riau Kepri Syariah. Proses konversi yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir akan tuntas akhir bulan ini.

Direktur Utama Bank Riau Kepri Andi Buchari menyampaikan jadwal peluncuran itu ketika Media Gathering Media se-Kota Batam di Golden Prawn, Sabtu 11 Juni 2022.

Jadwal peluncuran Bank Riau Kepri Syariah sudah diputuskan akhir Juni 2022.

Meski sudah menargetkan peresmian BRK Syariah pada bulan ini, namun untuk tanggal peluncuran itu masih dirahasiakan sampai hari pelaksanaan nantinya. Nantinya peresmian tersebut dijadwalkan bakal dihadiri oleh Wakil Presiden Maruf Amin.

Perseroan telah memasuki tahap akhir dari proses konversi menjadi bank syariah, yakni penandatanganan dokumen persetujuan pemegang saham secara sirkuler setelah RUPS-LB dan Paripurna perubahan AD-ART perusahaan oleh DPRD Riau.

Proses penandatanganan dokumen ini cukup memakan waktu, mengingat wilayah operasional BRK meliputi dua provinsi yakni Riau dan Kepulauan Riau (Kepri).

Paling jauh operasional Bank Riau Kepri ada di Kepulauan Natuna dan Anambas Kepri.

Andi menjelaskan proses konversi sesuai dengan rencana bisnis Bank Riau Kepri pada 2022.

Menurut dia, perubahan nama ini berdasarkan aspirasi masyarakat serta potensi daerah yang tinggi.

“Bank Riau Kepri Syariah terbesar di Kepulauan Riau dengan nilai laba yang tinggi,” kata dia.

Jadwal peluncuran dan tandatangan untuk Batam sudah diumumkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa PT Bank Riau Kepri yang berlangsung di Kota Batam yang dihadiri seluruh pemegang saham dalam rangka Konsolidasi Manajemen Bank Riau dalam menghadapi persaingan pasar ke depan telah menyepakati beberapa poin penting salah satunya menyetujui pergantian nama PT Bank Riau Kepri menjadi PT Bank Riau Kepri Syariah

Meski ada perubahan layanan ke Konversi syariah, Andi mengaku data nasabah untuk semua produk layanan dan jasa tidak mengalami perubahan seperti data nasabah dan lainnya.

“Produk layanan semua masih aman,” kata dia.

Penulis: Engesti

Pos terkait