Banda Aceh (gokepri.com) – Sebanyak 114 imigran etnis Rohingya terdampar Kuala Muara Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Panglima Laot Bireuen Badruddin yang dihubungi dari Banda Aceh, Minggu, mengatakan imigran Rohingya tersebut terdampar di Kuala Muara, Minggu (6/3) sekira pukul 02.00 WIB.
“Saat ini, para imigran Rohingya tersebut ditempatkan di meunasah Gampong atau Desa Alue Buya Pasie di Kecamatan Ganda Pura, Kabupaten Bireune” kata Bireuen.
Badruddin mengatakan sebanyak 114 imigram Rohingya tersebut di antaranya 68 pria dewasa dan 21 perempuan dewasa serta 35 anak-anak.
Badruddin mengatakan pihaknya sudah melaporkan terdamparnya seratusan imigran Rohingya pihak terkait. Selain itu, pihaknya juga meminta petunjuk penanganan lebih lanjut
“Kemungkinan besar, para imigran Rohingya tersebut akan dibawa ke lokasi penampungan sementara di Lhokseumawe. Namun, kami belum mengetahui kapan mereka dipindahkan,” kata Bireuen.
Kapal yang ditumpangi 114 warga etnis Rohingya yang terdampar di Desa Alue Buya Pasie Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen, Aceh, tidak mengalami kerusakan, karenanya mereka bisa mendarat dengan sendirinya.
“Kondisi kapal Rohingya ini dalam kondisi bagus dan tidak ada kerusakan, itu sudah diperiksa,” kata Panglima Laot Bireuen Badruddin yang dihubungi dari Banda Aceh, Ahad.
United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Indonesia memastikan para pengungsi Rohingya yang terdampar di Desa Alue Buya Pasie Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen, Aceh, mendapatkan perawatan medis mulai dari tes COVID-19 dan lainnya.
“Selain tes COVID-19 juga dilakukan pemeriksaan medis lainnya, karena kami mengutamakan kesehatan dari para pengungsi,” kata Communication Associate UNHCR Indonesia Dwi Anisa Prafitria yang dihubungi dari Banda Aceh, Ahad.
Setelah mendarat, para pengungsi ditempatkan di salah satu mushala oleh masyarakat setempat. Dari 114 warga Rohingya tersebut terdapat 68 pria dewasa dan 21 perempuan dewasa serta 35 anak-anak.
Dwi Anisa mengatakan, saat ini staf UNHCR sudah berada di lokasi pengungsian dan terus melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait di Aceh untuk penanganan selanjutnya.
Sebagai Langkah awal, kata Dwi Anisa, UNHCR segera melakukan pemeriksaan COVID-19 sesuai dengan protokol yang berlaku.
“Jika nantinya ada yang hasil tesnya positif COVID-19 maka akan dikarantina secara terpisah,” ujarnya.
Tak hanya pemeriksaan kesehatan, kata Dwi Anisa, UNHCR juga menyediakan beberapa bantuan lain untuk kebutuhan para pengungsi Rohingya tersebut.
“Kami juga menyediakan bantuan seperti makanan, air minum, dan obat-obatan untuk para pengungsi,” kata Dwi Anisa.
Mengenai pemindahan pengungsi, pihaknya masih berkoordinasi dengan semua pihak terkait, sembari menunggu hasil tes COVID-19 mereka keluar.
Penulis: Candra Gunawan








