Batam (gokepri.com) – Rencana pembangunan sirkuit internasional di Kota Batam berubah. Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengungkapkan proyek itu akan dipindah ke Bintan.
“Rencana pembangunan sirkuit internasional ini akan dipindah ke Bintan,” jelas Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat ditemui di Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar, Rabu 19 Januari 2022.
Menurut Ansar, rencana pemindahan lokasi proyek dari Batam ke Bintan telah dibahas oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sebuah rapat.
Alasan pemindahan karena dampak kebisingan dari sirkuit yang diperkirakan akan menganggu kawasan Nongsa Digital Park yang di dalamnya terdapat studio animasi Kinema. Studio animasi ini milik Michael Wiluan, anak dari taipan Indonesia Kris Wiluan. Kinema sudah berdiri sejak 2005 di kawasan Nongsa. Dampak sirkuit tersebut ternyata menjadi perhatian khusus terutama bagi pemerintah Indonesia.
“Kebisingan yang akan terjadi pada saat latihan, pertandingan, dan lainnya. Tentu akan menganggu pembuatan film di NDP. Hal ini menjadi konsen khusus, karena kawasan itu juga termaksud kawasan KEK,” lanjut Ansar.
Alhasil, muncul rencana proyek sirkuit dipindah ke Bintan. Ansar menyatakan turut membahas perubahan rencana itu yang membicarakan desain besar sirkuit dengan luas lahan 200 hektare.
“Tapi perlu ditekankan ini adalah keputusan bersama. Lokasi yang akhirnya dipilih adalah kawasan Bintan Resort, dengan luas 200 hektare. Grand design juga sebelumnya telah kami bahas,” papar dia.
Dengan hadirnya sirkuit Internasional ini, Ansar juga berharap agar hal serupa dapat dikembangkan di beberapa Kabupaten/Kota lain di Kepulauan Riau.
Dengan begitu, Ansar mengharapkan agar wisatawan mancanegara (wisman), yang berkunjung ke Kepri dapat menghabiskan waktu lebih lama.
“Kalau tidak ada halangan, Februari ini akan dilakukan Groundbreaking. Delapan perusahaan swasta akan terlibat, mereka akan bentuk konsorsium. Hal ini juga telah dibahas dengan IMI (Ikatan Motor Indonesia),” ungkap Ansar.
Sebagai gambaran, rencana pembangunan sirkuit internasional di Batam pertama kali diungkap Kepala BP Batam Muhammad Rudi pada pertengahan tahun lalu. BP Batam sudah mengalokasikan lahan seluas 154 hektare di Nongsa, tak jauh dari Kebun Raya Batam.
Rencana itu tampak mulus setelah Ketua IMI yang juga Ketua MPR RI Bambang Soesatyo ke Batam pada Juni 2021. Dalam kunjungan itu sempat dipaparkan gambaran awal proyek sirkuit yang rencananya berada di bawah perusahaan swasta, PT Sirkuit Internasional Sentul.
Bahkan Direktur Utama Sentul Tinton Soeprapto telah memaparkan rencana itu dalam pertemuan tersebut. Sedangkan BP Batam menunggu business plan dari Sentul.
Penulis: Engesti
-
Baca Juga:
-
Bos Sirkuit Sentul Dikabarkan Tertarik Bangun Arena Balap di Batam
-
Rencana Pembangunan Sirkuit Internasional Batam, Warganet Kaitkan dengan Rossi
-
Bambang Soesatyo Ingin Sirkuit Batam Bertaraf Internasional
-
Sirkuit Bertaraf Internasional di Batam Diresmikan








