Ketua Komisi II DPRD Natuna: Gedung Museum Kebudayaan Asal Jadi

Gedung Museum Kebudayaan
Ketua Komisi II DPRD Natuna Marzuki./gokepri/Far

Natuna (gokepri.com) – Pengerjaan Gedung Museum Kabupaten Natuna menuai sorotan karena karena konstruksinya asal jadi dan minim pengawasan.

Ketua Komisi II DPRD Natuna Marzuki menilai pembangunan Gedung Museum Kebudayaan Kabupaten Natuna sebagai kegiatan pembangunan yang asal jadi.

Penilaian ini disampaikannya karena diduga terdapat sejumlah kerusakan pada gedung megah berlantai dua tersebut.

HBRL

Kerusakan-kerusakan itu berupa atap bocor, lantai dua bocor, plafon roboh, kramik melompong dan genangan air di bagian luar gedung juga kadang melimpah.

“Kalau begini kondisinya berarti pembangunannya asal jadi. Masak atap bocor, lantau dua juga bocor,” kata dia, Senin 21 Desember 2021.

Politikus Gerindra itu kemudian menyinggung soal pengawasan. Ia menilai pengawasan dalam proses pembangunan itu tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga berdampak pada kerusakan-kerusakan yang tidak bisa diatasi sebagaimana layaknya.

“Ini saya rasa erat kaitannya dengan pengwasan juga. Ini patut dipertanyakan bagaimana pengawasannya sehingga terjadi kerusakan semacam ini, sementara gedungnya belum diserahterimakan,” tegasnya.

Terkait atap gedung, Marzuki menyayangkannya. Ia menilai tindakan pemerintah yang mengatapi atap beton itu dengan atap berbahan besi sebagai satu hal yang mubazir.

“Tentu kami sangat menyangkan atap beton itu diatapin lagi. Ini janggal betul. Semestinya diperbaiki saja dengan material yang sama atau dengan material yang hampir sama sehingga tidak perlu atap di atas atap,” tukasnya.

Ia berjanji bahawa Komisi II DPRD Natuna akan turun meninjau langsung keberadaan gedung itu dengan melibatkan pemerintah serta penegak hukum.

“Kalau tidak ada halangan kami akan ke sana dalam waktu dekat. Ini kontraknya sudah selesai, jadi saya rasa perlu ada keikutsertaan penegak hukum juga,” tutupnya. (Penulis: Far)

Pos terkait