Harry Azhar Azis berperan instrumental dalam mendorong banyak undang-undang keuangan dan perbankan di Indonesia. Konsisten menjaga marwah daerah asalnya.

Batam (gokepri.com) – Sabtu 18 Desember 2021, sore hari, berita duka bersambung-sambung di gawai masyarakat Kepulauan Riau. Harry Azhar Azis meninggal dunia pada usia 65 tahun. Harry berpulang tepat sepekan setelah mengunjungi kampung halamannya, Batam, Kepulauan Riau.
Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu 19 Desember 2021. Harry yang dikenal dengan kemahirannya di bidang keuangan meninggalkan begitu banyak jejak.
Kepergian Harry Azhar Azis jadi kehilangan bagi Kepulauan Riau dan Indonesia. Bagi banyak kalangan, Harry bukan hanya tokoh politik, melainkan juga tokoh daerah dan bangsa yang peduli dengan kemajuan bangsa dan daerah asalnya, Kepulauan Riau.
Harry Azhar Azis merupakan ahli ekonomi sekaligus politisi Indonesia. Meskipun dikenal sebagai politisi Golkar, Mantan Ketua BPK Harry Azhar Azis ini sebelumnya adalah seorang akademisi yang telah mengabdi di banyak universitas.
Sebelum menjadi pimpinan BPK, pria kelahiran Tanjungpinang 25 April 1956 itu adalah anggota DRI Fraksi Partai Golkar dari daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau.
Ia terpilih menjadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2019-2024. Harry juga dipercaya menjadi Panitia Khusus (Pansus) untuk Rancangan Undang-Undang (RUU) BPK pada 2006, RUU Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) DPR RI 2005-2025 pada 2007, dan RUU Perbankan Syariah 2007-2008. Selain itu, ia juga ikut membahas RUU Perpajakan (2005-2009) dan menjadi ketua Pansus RUU Pajak dan Retribusi Daerah (2006-2008).
Mimpi Harry Azhar untuk Kepri
Ada duka di hari jadi Kota Batam yang ke-192 pada Sabtu, 18 Desember 2021, yaitu meninggalnya Harry Azhar Azis, Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan RI/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V (BPK).
Harry Azhar Azis adalah tokoh nasional yang terkenal menguasai bidang keuangan. Namun bagi Provinsi Kepulauan Riau, ia lebih dari itu. Dia adalah putra daerah yang tidak pernah lelah memikirkan Kepri, tanah kelahirannya.
Bahkan, ia menyempatkan diri berkunjung ke Kepri sekitar sepekan yang lalu. Meski saat itu kondisi kesehatannya sudah nampak lemah. Seolah ingin melihat Kepri terakhir kali, sekaligus berpamitan untuk selamanya.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang turut menyambut kedatangan Harry pada Jumat (10/12) menyatakan merasakan kehilangan sosok panutan, seorang Bapak yang selalu membimbing anaknya.









