“Kami sangat kehilangan. Yang jelas beliau adalah putra daerah Kepri. Beliau banyak membantu kami. Beliau adalah sosok Bapak, kita keliru pun, beliau kasih tahu. Kita kehilangan sekali,” kata Wali Kota.
Sebelum menjadi pimpinan BPK, pria kelahiran Tanjungpinang 25 April 1956 itu adalah anggota DRI Fraksi Partai Golkar dari daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau, sejak 2004 hingga 2014.
Dan sebagai orang yang memang mahir di bidang keuangan, Harry terus mengingatkan kepala daerah untuk mengikuti aturan hukum. Satu jasa Harry yang tidak dilupakan Rudi adalah upayanya untuk menyelesaikan carut marut aset Pemkot dan BP Batam.
“Beliau bantu menyelesaikan itu. Sudah berjalan tapi belum tuntas. Saya akan melaksanakan semampu saya sampai tuntas penyerahan aset,” kata Rudi.
Usai meninggalkan Senayan, pria lulusan Oklahoma State University tidak pernah berhenti memikirkan Kepri. Dia memastikan penggantinya di DPR RI melaksanakan tugas sebaik mungkin, agar Kepri terus mendapatkan perhatian dari Jakarta.
Cen Sui Lan, anggota DPR RI Fraksi Golkar Daerah Pemilihan Kepri menyatakan Harry terus membimbingnya dalam menjalankan tugas sebagai legislator.
“Beliau begitu bijaksana membimbing saya dan memberikan tips dalam komunikasi politik. Bang Harry adalah orang yang bijak yang sangat baik dan mengayomi kita. Selamat Jalan Bang Harry….,” tulis Cen dalam pesan singkat kepada ANTARA.
Bagi Cen, Harry Azhar Azis adalah senior sekaligus mentor. Banyak hal yang disampaikan Harry kepadanya dalam bekerja, mengabdi untuk bangsa dan negara.
“Bahkan beliau masih sempat ketika berkunjung ke Provinsi Kepri sebagai Pimpinan BPK RI, mengajak sama-sama turun ke Kepri, sama-sama berkolaborasi dalam membangun Kepri,” kata dia.
Saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI, Harry selalu bolak-balik mengunjungi Kepri. Dan setiap kunjungannya, ia menyempatkan diri mengundang wartawan untuk berdiskusi.
Dalam jamuan makan siang yang santai, Harry akan meluncurkan banyak pertanyaan kepada wartawan, mengenai apa saja isu yang tengah berkembang, kemudian apa saja kendala yang dihadapi masyarakat. Ia ingin tahu hal-hal langsung dari mulut pewarta.
Entah, mungkin bagi Harry, wartawan tahu banyak hal dan memiliki perspektif yang objektif. Wartawan tidak akan menjawab pertanyaan gaya ABS “Asal Bapak Senang”, melainkan menuturkan sesuatu sejujur-jujurnya sesuai kondisi di lapangan.
Dengan bekal itu, maka ayah tiga anak itu akan mencari solusi yang tepat.
Harry tidak pernah main-main dalam mimpinya. Ia akan terus menyuarakan dan mengawalnya sampai terwujud.
Dan mimpi terbesar Harry untuk Kepri adalah pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan, proyek yang kini masuk persiapan lelang.
Selamat Jalan Pak Harry.
Penulis: Candra Gunawan
Sumber: Antara
Baca Juga:









