Manufaktur dan Konstruksi Topang Pertumbuhan Ekonomi Kepri Triwulan Ketiga 2021

Ekspor Kepri 2022
Pelabuhan Peti Kemas Batuampar, Kota Batam. (Foto: Gokepri/cg)

Tanjungpinang (gokepri.com) – Industri pengolahan dan konstruksi menopang pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan ketiga 2021. Ekonomi Kepri tumbuh 2,97 persen (YoY) pada periode tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri Agus Sudibyo mencatat perekonomian Kepri pada triwulan III-2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp67,90 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp44,40 triliun.

“Atau Ekonomi Kepulauan Riau pada triwulan III-2021 (y-on-y) tumbuh sebesar 2,97 persen,” ujar Agus dalam rilis, Kamis 11 November 2021.

Sementara, dari sisi lapangan usaha lanjut Agus, pertumbuhan triwulan ini didorong oleh kategori Industri Pengolahan yang memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,59 persen dan Kategori Konstruksi dengan andil pertumbuhan sebesar 1,57 persen.

“Dari sisi pengeluaran, komponen yang memberikan andil pertumbuhan terbesar adalah PMTB sebesar 1,73 persen dan PK-LNPRT dengan andil sebesar 0,02 persen,”jelas Agus

Sedangkan jika ekonomi Kepri pada triwulan III-2021 dibandingkan dengan triwulan II 2021 (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 0,39 persen.

Dari sisi produksi, kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib dengan andil kontraksi terbesar sebesar 0,68 persen, diikuti kategori Transportasi dan Pergudangan dengan andil kotraksi sebesar 0,33 persen.

“Sementara itu, dari sisi pengeluaran komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah memberikan andil kontraksi terbesar yaitu 1,50 persen; diikuti Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dengan andil kontraksi sebesar 1,42 persen,” tegas Agus.

Sampai dengan triwulan III-2021, secara kumulatif (c-to-c) pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau tumbuh sebesar 2,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam lingkup regional, PDRB Kepulauan Riau triwulan III-2021 memberikan kontribusi sebesar 7,22 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera.

Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kepri

Pos terkait