Atasi Pengangguran, Kepri Perlu Tingkatkan Kemampuan SDM Lokal

Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin 8 November 2021.
Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin 8 November 2021.

Tanjungpinang (gokepri.com) – Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2021 menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan angka pengangguran tertinggi di Indonesia. Untuk menekan angka pengangguran tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri terus mempercepat masuknya investasi padat karya.

Kepala Dinas PMPTSP Hasparizal mengatakan, beberapa investor telah menjajaki investasi PLTS di Kepri.

“Dari sini kita sudah bisa mempersiapkan SDM lokal kita agar bisa langsung diserap apabila investasi PLTS yang akan masuk nanti,” ujarnya.

HBRL

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Burhanuddin, menjelaskan kedepannya perlu disusun langkah strategis untuk menyerap tenaga kerja yang ada di Kepri. Menurutnya saat ini kondisi industri di Kepri sudah banyak menyediakan lapangan pekerjaan, hanya saja skill kompetensi yang dimiliki angkatan kerja Kepri masih belum sesuai dengan kebutuhan industri dan perdagangan.

“Penting sekali bagi kita untuk mempersiapkan kemampuan SDM lokal kita agar bisa diserap manufaktur, karena itu kita dalam perencanaan jangan hanya berbasis pada kerangka mikro tetapi berdasarkan data tentang realita sesungguhnya,” ucapnya.

Sementara itu Pj. Sekretaris Daerah Lamidi mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Kepri harus terus ditekan di tahun 2022 untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Melansir data dari BPS, perekonomian Kepulauan Riau triwulan III-2021 secara year on year tumbuh sebesar 2,97 persen. Jika dibandingkan pada triwulan III-2020, ekonomi Provinsi Kepri sempat terkontraksi sebesar -5,81 persen.

“Perhatian kita terhadap angka pengangguran terbuka ini harus dicarikan langkah penekanannya karena indikator perekenomian di Kepri semakin baik,” ujar Lamidi.

Pada tahun 2021, diketahui total penduduk usia kerja di Kepri sebanyak 1.767.979 orang. Dari jumlah tersebut, penduduk yang termasuk angkatan kerja berjumlah 1.207.014 orang. Sementara tingkat pengangguran di Kepri mencapai 9,91 persen atau 119.595 orang.

Kepala BPS Kepri, Agus Sudibyo, mengutarakan sangat penting untuk menggunakan statistik pengangguran terbuka di Kepri untuk menjadi bahan pertimbangan kepala daerah untuk mengeluarkan kebijakan yang dapat membantu penekanan angka pengangguran di Kepri.

“Karena Kepri memang menjadi magnet bagi penduduk daerah lain untuk mencari peluang pekerjaan, jadi sangat dibutuhkan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah peningkatan angka pengangguran,” ucap Agus. (wan)

Baca juga: Angka Pengangguran: Gubernur Kepri Dorong Industri Sinergi dengan BLK

Pos terkait