Seminggu Tanpa Kasus Baru Covid-19 di Kepri

Satgas Penanganan Covid-19 menetapkan seluruh kabupaten dan kota di Kepri sebagai zona kuning atau risiko penularan sedang Covid-19.
Satgas Penanganan Covid-19 menetapkan seluruh kabupaten dan kota di Kepri sebagai zona kuning atau risiko penularan sedang Covid-19.

Tanjungpinang (gokepri.com) – Kasus aktif Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menurun drastis dalam tiga bulan terakhir. Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kepri per 29 Oktober 2021, tersisa 28 kasus aktif, jauh berkurang dibanding sebelum Agustus 2021 dengan lebih dari 7.000 kasus aktif.

Kasus aktif itu tersebar di Kota Batam 6 orang, Tanjungpinang 9 orang, dan Kabupaten Karimun 13 orang. Sementara Kabupaten Lingga, Bintan, Natuna, dan Kepulauan Anambas nol kasus aktif Covid-19.

“Sejumlah daerah di Kepri sejak pekan lalu tidak ada kasus baru. Mudah-mudahan dalam waktu dekat seluruh daerah di Kepri nol kasus Covid-19,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Lamidi di Tanjungpinang, Jumat (29/10/2021).

Menurut Penjabat Sekda Kepri tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 menetapkan seluruh kabupaten dan kota di Kepri sebagai zona kuning atau risiko penularan sedang. Namun pemerintah pusat menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level I di Kepri.

“Jika selama 28 hari bertahan nol kasus aktif, maka bisa ditetapkan sebagai zona hijau,” ujarnya.

Ia mengungkapkan jumlah pasien Covid-19 di Kepri hanya bertambah 4 orang, sehingga menjadi 53.845 orang. Tersebar di Batam 25.910 orang, Tanjungpinang 10.225 orang, Bintan 5.579 orang, Karimun 5.484 orang, Anambas 1.842 orang, Lingga 2.310 orang, dan Natuna 2.494 orang.

Jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 di Kepri bertambah 4 orang sehingga menjadi 52.061 orang. Tersebar di Batam 25.064 orang, Tanjungpinang 9.814 orang, Bintan 5.399 orang, Karimun 5.310 orang, Anambas 1.796 orang, Lingga 2.225 orang, dan Natuna 2.453 orang.

Total jumlah pasien yang meninggal dunia sejak pandemi Covid-19 sebanyak 1.756 orang. Tersebar di Batam 840 orang, Tanjungpinang 402 orang, Bintan 180 orang, Karimun 161 orang, Anambas 46 orang, Lingga 85 orang, dan Natuna 42 orang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi terjadi gelombang ketiga Covid-19 di Kepri. Menurutnya, gelombang ketiga Covid-19 berpotensi terjadi saat mobilitas penduduk semakin tinggi.

Aktivitas keluar-masuk orang ke Kepri sejak pemerintah pusat menetapkan PPKM Level I semakin tinggi, karena diiringi pelonggaran persyaratan keberangkatan baik melalui jalur udara maupun laut. “Risiko orang-orang yang keluar-masuk Kepri tertular Covid-19 semakin besar. Ini yang perlu diwaspadai bersama,” ujarnya.

Kewaspadaan masyarakat, lanjut Bisri, perlu ditingkatkan, terutama saat hari libur sekolah. Mobilitas orang semakin tinggi ketika hari libur, yang kemungkinan sulit dicegah.

“Berangkat ke daerah lain untuk hal-hal yang kurang penting, sebaiknya ditunda untuk mengurangi risiko tertular Covid-19,” katanya.

Bisri mengemukakan varian baru Covid-19 yang dibawa warga setelah keluar daerah potensial masuk ke Kepri. Karena itu, warga harus konsisten menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker ganda, rajin-rajin membersihkan tangan, dan tetap menjaga jarak.

“Tidak ada tips lain untuk mencegah diri agar tidak tertular Covid-19, selain menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ucapnya. (zak)

Baca juga: Hari ini Batam Nol Tambahan Kasus Positif Covid-19

Pos terkait