Batam (gokepri.com) – Meski nilai hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) hanya digunakan untuk pemetaan mutu sekolah, namun siswa dan guru di SMPN 34 Batam menargetkan meraih nilai tertinggi.
Begitu pula apabila hasil nilai dari ANBK ini oleh pemerintah diumumkan, maka SMPN 34 Batam juga menargetkan bisa masuk urutan 10 besar se-Provinsi Kepri.
“Kami menargertkan bisa meraih nilai tertinggi dan bila mana diumumkan hasil nilai ANBK ini, sekolah kami bisa masuk 10 besar se-Provinsi Kepri, minimal se-Kota Batam,” ujar Proktor ANBK SMPN 34 Batam, Norani Ikhsan kepada gokepri.com, Selasa (5/10).
SMPN 34 menargetkan hasil ANBK masuk 10 besar karena persiapan cukup matang baik terhadap siswa, guru maupun kepala sekolah. Dan pelaksanaan ANBK di sekolahnya juga berjalan lancar tak menemukan kendala apapun.
Setali tiga uang, rata-rata siswa mengaku tidak menemukan kendala apapun saat masuk aplikasi ANBK maupun mengerjakan soal. Hanya saja kata mereka soal yang dipola agak sulit, terutama penalaran terkait literasi.
“Ada beberapa soal yang cukup sulit, tapi ada juga yang mudah hampir sesuai dengan yang diajarkan pada saat pelatihan dan simulasi ANBK kemarin,” kata Keisya Febri siswi kelas 8 di SMPN 34 Batam.
Sementara Kepala Sekolah SMPN 34 Batam, Drs Trisilo MM, mengatakan pelaksanaan ANBK di sekolahnya berjalan lancar dengan memakai moda semi online.
“Kami tak mau ambil resiko, karena banyak sekolah yang moda langsung online bermasalah, makanya kami gunakan moda semi online yang pelaksanaannya cukup lancar,” jelasnya.
Dijelaskan Trisilo, kegiatan asesmen nasional digelar guna melakukan pemetaan terhadap kualitas sekolah. Maka dari itu hasil ANBK dijadikan acuan untuk dilakukan perubahan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
“Asesmen nasional dijadikan rapor mutu sekolah hasilnya nanti dijadikan pemetaan untuk perbaikan-perbaikan, makanya sebelum ANBK dimulai baik guru maupun siswa mengadakan pelatihan terlebih dahulu agar dapat fokus dan memahami soal di ANBK itu,” jelasnya.
Ditegaskan Trisilo, bahwa ANBK bukan pengganti ujian nasional (UN) yang sifatnya penilaian terhadap individu siswa saja. Namun asesmen nasional penilaiannya secara menyeluruh baik kepada siswa, guru, kepala sekolah maupun mutu sekolah.
“Nanti kan dari hasil asesmen akan dilakukan perbaikan-perbaikan dari segala aspek oleh pemerintah terhadap kekurangan yang kami miliki di sekolah, makanya saya nilai asesmen ini baik sekali,” kata Trisilo lagi. (aat)
|Baca Juga: Dua Sekolah di Batam Batal Gelar ANBK









