Pertaruhan dari Sentra Vaksinasi

Vaksinasi berkerumun di Mega Mall. (FOTO : Istimewa)
Vaksinasi berkerumun di Mega Mall. (FOTO : Istimewa)

Vaksinasi menjadi pertaruhan terakhir bagi Kota Batam untuk memenuhi syarat pembukaan perbatasan bagi wisatawan mancanegara melalui travel bubble. Animo masyarakat divaksin sangat tinggi, sementara jumlah vaksinator terbatas. Tanpa pengawasan ketat, herd immunity atau kekebalan bersama bisa-bisa tidak akan tercapai.

Ahmad Rohmadi, Batam

Hiskia, seorang warga Batuaji tampak lesu begitu melihat antrean panjang vaksinasi di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Batam, Kamis (24/6/2021). Keinginannya untuk mendapatkan vaksinasi hari itu pun batal.

HBRL

“Saya datang sekitar jam 07.30, niatnya mampir sebentar vaksin terus berangkat kerja. Tapi sampai sini, ternyata antrean sudah panjang. Jadi langsung putar balik saja, soalnya mau kerja,” kata karyawati sebuah perusahaan di Kota Batam ini.

Hiskia mengaku sudah memiliki niat untuk vaksin sejak lama, tapi baru mendapat kesempatan pada hari itu. Sebelum mendatangi Stadion Temenggung Abdul Jamal, ia pernah datang ke sebuah puskesmas dekat rumahnya. Tapi, pihak puskesmas justru mengarahkannya ke sentra vaksinasi di Stadion Temenggung Abdul Jamal.

“Sebelumnya lihat di medsos, pas awal-awal di Temenggung kan ramai. Sampai dorong-dorongan lihat di fotonya. Saya coba ke Puskesmas, tapi ternyata di Puskesmas terbatas dan diarahkan ke sini (Temenggung),” katanya.

Hiskia mengaku sengaja menunggu minggu berikutnya untuk mendatangi sentra vaksinasi di Temenggung Abdul Jamal. Ia memperkirakan kerumunan warga sudah berkurang. Tapi perkiraannya salah, warga justru semakin antusias divaksin.

“Mungkin saya memang harus izin kerja satu hari supaya bisa vaksin. Soalnya kalau hari biasa saja ramai, hari libur pasti tambah ramai,” katanya.

Hal yang sama juga dialami Siti Lestari, warga Batam lainnya. Ia sempat ditolak saat ingin divaksin dengan alasan antrean sudah penuh.

“Mau tidak mau memang harus antre panjang di Temenggung Abdul Jamal,” katanya.

Tidak hanya di Temenggung Abdul Jamal, antrean panjang warga yang ingin divaksin juga terjadi di sentra-sentra vaksinasi lainnya. Dalam kegiatan vaksinasi yang digagas Apindo Kepri Peduli, misalnya, juga memicu kerumunan. Begitu juga kerumunan vaksinasi di Mega Mall dan para guru di Sekolah Yos Sudarso Batam Center.

Di saat yang sama Batam dihadapkan kenyataan pahit dengan kasus Covid-19 yang meningkat tajam, terutama dalam tiga bulan terakhir. Sejak 1 April sampai 26 Juni 2021, tercatat penambahan 6.647 kasus baru positif Covid-19. Jumlah ini melebihi total kasus positif Covid-19 selama 2020 dengan 4.983 kasus.

Pada April 2021, penambahan kasus baru Covid-19 mencapai 1.103 kasus. Penambahan kasus terus meningkat tajam pada Mei 2021 dengan 1.988 kasus baru. Kemudian pada Juni 2021, dari tanggal 1 sampai 26, kasus baru Covid-19 sudah tembus 3.556 kasus.

Melesatnya penambahan kasus baru ini menjadikan total kasus positif Covid-19 sampai 26 Juni 2021 mencapai 12.801 kasus. Sebanyak 10.829 di antaranya sembuh, 1.698 pasien sedang dirawat, dan 274 meninggal atau bertambah 144 orang dibanding tahun sebelumnya.

Data Gugus Tugas Covid-19 Batam per 25 Juni 2021 mencatat capaian vaksinasi dosis pertama sudah menjangkau 307.340 orang atau 39,15 persen dari total sasaran 785.003 warga berusia di atas 18 tahun. Sedangkan untuk dosis kedua sudah menjangkau sebanyak 55.435 orang atau 7,06 persen.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan vaksinasi akan terus dilakukan untuk mengejar target 70 persen dari jumlah sasaran vaksin. Target tersebut diharapkan pada akhir Juli 2021 mendatang dapat tercapai.

Karena itu, dalam beberapa pekan terakhir pihaknya memperbanyak titik-titik lokasi vaksin. Tujuannya agar masyarakat semakin mudah dalam menjalani vaksinasi.

“Setiap hari kami evaluasi, apa yang masih menjadi kendala di lapangan kita coba selesaikan secepatnya,” kata Amsakar.

Karena itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sangat antusias melakukan vaksinasi. Sebagaimana diimbau oleh Pemko Batam dan juga petugas TNI/Polri.

“Saat ini jangan ada lagi keraguan terkait vaksin ini. Karena vaksinasi ini bagian dari upaya pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19,” kata Amsakar.

Amsakar mengatakan, vaksin memang tidak menjamin seseorang terbebas dari tertular Covid-19. Namun, vaksin dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh. Sehingga ketika terpapar virus corona, tubuh akan kuat melawan.

Hal itu menurutnya juga sudah ia buktikan, dimana saat awal Ramadan lalu ia dan istrinya terkonfimasi positif Covid-19. Kemudian terpaksa harus menjalani perawatan di salah satu rumah sakit karena mengalami gejala berat.

“Kami sama-sama positif Covid-19, tapi karena saya sudah divaksin, saya sembuh lebih cepat dibandingkan istri saya yang waktu itu belum divaksin,” katanya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan pemerintah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan vaksinasi bagi masyarakatnya. Karena itu, pihaknya berpesan agar masyarakat dapat terus tertib menggunakan masker dan menjaga jarak saat menunggu giliran.

“Jangan khawatir vaksinasi habis, saat ini vaksin di Batam masih banyak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Rudi menjelaskan, pihaknya saat ini memang tengah mempercepat proses vaksinasi di Batam untuk mencapai target 70 persen pada bulan Juli mendatang. Itu sebabnya pihaknya berterimakasih kepada masyarakat yang dengan sendirinya datang untuk divaksin.

Pemko Batam juga terus berkoordinasi dengan Pemprov Kepri untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Batam. Sehingga, proses vaksinasi bisa terus berjalan sesuai dengan yang ditargetkan pemerintah.

“Karena kalau satu atau dua hari berhenti, kita yang susah mulai dari awal lagi,” katanya.

Travel Bubble Ditargetkan Juli

Vaksinasi Covid-19 di Kota Batam memang terus dikebut oleh pemerintah. Hal itu dilakukan pasalnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan membuka perjalanan terbatas (travel bubble) terbatas.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan Batam merupakan salah satu yang akan dibuka pariwisatanya, selain Bali dan Bintan. Namun, sebelum kebijakan itu dijalankan salah satu syaratnya adalah 70 persen masyarakatnya harus sudah divaksin.

“Karena itu kita terus dorong masyarakat untuk vaksin,” ujarnya.

Selain di Stadion Temenggung Abdul Jamal, masyarakat juga dapat melakukan vaksinasi di puskesmas atau lokasi vaksinasi lainnya. Syaratnya hanya dengan menggunakan KTP.

“KTP seluruh Indonesia, tidak hanya Batam saja KTP luar Batam juga bisa,” kata Rudi.

Pertaruhan besar kini dihadapi Wali Kota Batam untuk memastikan bahwa vaksinasi efektif dalam menekan penularan Covid-19 dan mencapai herd immunity. Jika berhasil, janji pemerintah untuk membuka akses perbatasan bagi wisatawan mancanegara melalui travel bubble, kemungkinan segera terealisasi. ***

Pos terkait