Batam (Gokepri.com) – General manager hotel yang tergabung dalam Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) menghidupkan lagi kemitraan dengan SMK dan kampus perhotelan di Kepri. Memperkaya studi pendidikan perhotelan lewat pengalaman top level manajemen.
Lulus kuliah perhotelan, langsung bekerja, gaji di atas rata-rata, karier pun jelas. Siapa yang tak tergiur dengan pencapaian oke itu meski harus sering berpindah-pindah kerja. Atau dalam 10 tahun atau 15 tahun setelah lulus ingin menjadi General Manager hotel andal? Mungkin lulusan kampus perhotelan bisa meniru Yeyen Heryawan. Yeyen belum genap sebulan ini menjadi Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Kepulauan Riau (Kepri). Di luar jabatan baru ini, Yeyen adalah General Manager Hotel Beverly Batam. Ia sudah malang melintang dari hotel ke hotel dengan jabatan yang sama dalam beberapa tahun terakhir.
Ia bersama rekan-rekan General Manager di Kepri pun baru dilantik sebagai pengurus IHGMA Kepri. Pelantikan pengurus berlangsung di Nagoya Mansion Hotel and Residence Batam, Jumat (26/3/2021). Sejumlah pejabat menghadiri pelantikan ini, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, Kadisbudpar Bintan Wan Rudi, Kadin Kota Batam serta sejumlah asosiasi pariwisata.
Salah satu program IHGMA untuk sektor perhotelan dan pariwisata adalah meningkatkan keahlian dan kualitas sumder daya manusia di Kepri baik lewat sertifikasi, pelatihan hingga mengambil peran di dunia pendidikan perhotelan. Kemudian berkoordinasi dengan sektor UMKM, dinas pariwisata dan lembaga pendidikan perhotelan.
“GM yang telah bergabung harus bisa lebih berkompeten, lebih profesional, mempunyai networking yang tinggi dan integrity yang bagus untuk kelangsungan bisnis perhotelan di Kepri,” ucapnya.
Peningkatan kualitas pasar tenaga kerja perhotelan di Kepri menjadi prioritas IHGMA. Usai pelantikan, IHGMA Kepri melakukan penandatanganan MoU dengan Batam Tourism Polytechnic (BTP) dan SMK Adimulya, mengenai program ‘One GM Sne SMK’. Satu General Manager akan menularkan pengalamannya untuk satu institusi pendidikan perhotelan. “Tujuan akhirnya membangun dunia pariwisata,” kata Yeyen.
Kehadiran IHGMA Kepri yang sempat tak aktif juga sebagai upaya memberi napas baru bagi hotel di tengah pandemi. Perubahan SDM akibat pukulan pandemi membuat hotel harus benar-benar bersiap memikirkan ulang manajemen SDM. Yeyen mengatakan perlu ada kesamaan standardisasi service setelah pandemi mengingat banyak karyawan yang terpaksa cuti di luar tanggungan atau unpaid leave.
Sebelum ada IHGMA, general manager hotel pun berperan penting termasuk diajak dalam penyusunan CHSE perhotelan hingga menyusun kurikulum kampus perhotelan di Batam hingga menjadi pengajar di kampus meski tidak punya nomer induk dosen Indonesia. Mereka bisa mengajar dosen tetap dan murid.
Menurut Yeyen, bidang industri perhotelan ada kebutuhan yang harus mampu dipenuhi oleh lulusan perhotelan yang kualitasnya berkelanjutan sekaligus sesuai harapan dunia kerja.
“Jadi kita tidak hanya mengajar muridnya tetapi pada guru juga. (Sebagian) guru hanya tahu teori tapi bagaimana sih feelnya menjadi housekeeping atau receptionist,” ujar Yeyen.
Salah satu kurikulum yang menjadi masukan IHGMA termasuk jangka waktu On The Job Training atau OJT. Menurut Yeyen, mahasiswa D4 perhotelan memiliki waktu OJT di hotel lebih panjang dibanding siswa SMK. Lewat OJT ini, IHGMA menilai mestinya lulusan perhotelan bisa langsung direkrut berdasarkan penilaian kinerja selama OJT sehingga mereka bisa langsung mendapat kerja di hotel.
Wakil Ketua Bidang Keanggotaan DPP IHGMA, Nawawi Halik mengatakan tujuan awalnya IHGMA untuk membantu daerah-daerah sekaligus bersinergi dengan pemerintah mengembangkan pariwisata. Termasuk memberikan program pelatihan dengan SMK dan kampus perhotelan di seluruh Indonesia. “Jadi bukan hanya siswanya tapi kalau perlu gurunya pun ikut,” kata dia.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, menyampaikan dukungan dan harapan kepada pengurus IHGMA agar bisa berperan membangkitkan kembali pariwisata di Kepri.
“Ayo kita bersama-sama membangkitkan gairah pariwisata Kepri. Karena Kepri menjadi penyumbang terbesar kedua bagi Indonesia dalam hal kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) dan Kepri menjadi pintu masuk bagi dua negara (Singapura dan Malaysia),” ucapnya.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan semua pelaku pariwisata harus berinovasi, berkolaborasi dan beradaptasi yang mana hal tersebut sesuai dengan pesan Menparekraf, Sandiaga Uno.
“Saya yakin kepengurusan IHGMA kali ini bisa bekerjasama dengan baik sehingga pariwisata Kepri akan jaya,” pungkasnya. (Eri)
|Baca Juga: Yeyen Heryawan Terpilih sebagai Ketua Asosiasi General Manager Hotel Kepri








