BATAM (gokepri.com) – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam berharap pengurangan ekspor gas ke Singapura yang dialihkan untuk kebutuhan dalam negeri dapat menekan biaya energi dan meningkatkan daya saing industri di Batam.
Ketua APINDO Batam Rafky Rasyid mengatakan, tambahan pasokan gas semestinya tidak hanya diprioritaskan untuk pembangkit listrik PLN Batam, tetapi juga dapat dinikmati langsung oleh industri, termasuk kawasan industri yang memiliki wilayah usaha untuk pembangkitan listrik sendiri.
“Harapan kita, gas itu tidak hanya untuk PLN Batam, tetapi juga untuk industri-industri yang ada di Batam. Kalau industri mendapatkan gas dengan harga lebih murah, tentu biaya produksinya bisa turun,” kata Rafky, Selasa.
Menurut dia, kebijakan pengalihan gas tersebut berpotensi memberikan dampak luas terhadap sektor industri. Pasalnya, kebutuhan energi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga harga yang menentukan besaran biaya operasional perusahaan.
Rafky menjelaskan, industri manufaktur yang tidak menggunakan gas secara langsung tetap dapat terdampak oleh kebijakan tersebut. Sebab, sejumlah perusahaan mengandalkan pasokan listrik dari kawasan industri yang menggunakan gas untuk pembangkit listrik.
Ketika harga gas tinggi, biaya pembangkitan listrik ikut meningkat dan berpotensi membebani perusahaan manufaktur melalui tarif listrik yang harus dibayar.
Sebaliknya, apabila kawasan industri memperoleh pasokan gas dengan harga kompetitif, biaya pembangkitan listrik berpeluang lebih rendah sehingga dapat membantu menekan biaya produksi.
“Kalau kawasan industri diberikan gas yang murah, tentu biaya listrik untuk sektor manufaktur juga bisa lebih murah. Dengan begitu, biaya produksi bisa turun dan hampir semua sektor dapat merasakan dampaknya,” ujarnya.
Meski demikian, Rafky mengatakan, APINDO masih menunggu kepastian mengenai alokasi gas yang dialihkan dari ekspor tersebut, terutama apakah pasokan tambahan itu juga akan diberikan kepada industri atau hanya diprioritaskan untuk PLN Batam.
Ia menilai, apabila gas hanya dialokasikan untuk pembangkit listrik PLN Batam, manfaat kebijakan tersebut bagi pelaku usaha akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga tarif listrik tetap kompetitif.
Karena itu, APINDO berharap tambahan pasokan gas dapat memperkuat keandalan listrik sekaligus menjaga tarif energi yang terjangkau bagi industri.
Rafky menekankan, tarif listrik yang kompetitif sangat penting bagi industri padat karya. Biaya energi yang lebih rendah dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperluas usaha, mempertahankan kegiatan produksi, serta membuka lapangan kerja baru.
“Kita berharap tarif listrik PLN Batam tetap kompetitif, terutama untuk sektor-sektor padat karya, supaya industri bisa terus ekspansif, menyerap tenaga kerja, dan membuka lapangan pekerjaan,” katanya.
Menurut dia, pengalihan gas dari pasar ekspor ke dalam negeri perlu diikuti kebijakan distribusi yang memastikan industri memperoleh manfaat nyata. Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang kompetitif, kebijakan tersebut diharapkan tidak sekadar memperkuat sektor kelistrikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dan investasi di Batam.
Penulis: Engesti







