Diskan Batam memperluas layanan administrasi gratis. Program ini membuka akses nelayan terhadap pembelian BBM.
BATAM (gokepri) – Dari sekitar 7.224 kapal nelayan yang tercatat di Batam, baru 898 kapal memiliki surat rekomendasi pembelian bahan bakar minyak (BBM). Dinas Perikanan Batam mengejar ketertinggalan itu melalui layanan administrasi gratis yang mendatangi langsung pulau-pulau nelayan.
Kepala Dinas Perikanan Batam Yudi Admajianto mengatakan kepemilikan surat rekomendasi BBM masih rendah dibandingkan dengan jumlah kapal yang tercatat. Berdasarkan data tersebut, baru sekitar 12,4 persen kapal yang memiliki surat rekomendasi.
“Dari jumlah data kapal kurang lebih 7.224. Yang baru memiliki surat baru 898,” kata Yudi di Batam, Selasa, 27 Oktober 2026, dikutip dari ANTARA.
Baca Juga: Cara Mengurus Surat Rekomendasi BBM Subsidi bagi Nelayan
Dinas Perikanan Batam meluncurkan program Percepatan Administrasi Kapal Nelayan Gratis (Cakalang) pada 22 September 2026. Program ini mengintegrasikan sejumlah layanan administrasi yang dibutuhkan nelayan untuk memperoleh surat rekomendasi pembelian BBM.
Layanan tersebut mencakup penerbitan e-Pas Kecil dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam maupun Tanjung Balai Karimun. Nelayan juga dapat mengurus Buku Kapal Perikanan (BKP) dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga surat rekomendasi pembelian BBM dari Pertamina.
Melalui layanan jemput bola, tim Cakalang mendatangi wilayah tempat nelayan tinggal dan bekerja. Sejak program tersebut berjalan, pelayanan telah menjangkau Pulau Kasu, Pulau Terung, dan Bulang Lintang.
Di Pulau Kasu, petugas mencatat 30 permohonan e-Pas Kecil, 29 BKP, 29 NIB, dan 29 surat rekomendasi BBM. Sementara itu, pelayanan di Bulang Lintang menghasilkan 74 e-Pas Kecil, 72 BKP, 52 NIB, dan 82 surat rekomendasi BBM.
Di Pulau Terung, tim Cakalang mencatat 47 berkas e-Pas Kecil, 54 BKP, 43 NIB, dan 37 surat rekomendasi BBM. Jumlah setiap jenis layanan berbeda karena tidak semua berkas atau permohonan berada pada tahap penyelesaian yang sama.
“Dari tiga lokasi yang telah dijangkau, sudah terbit lebih dari 200 surat rekomendasi BBM baru yang diterbitkan dalam waktu sebulan ini,” kata Yudi.
Diskan Batam menjadwalkan tiga lokasi berikutnya sebagai sasaran layanan Cakalang, yakni Pulau Temoyong, Rempang Eco City, dan Galang Baru. Perluasan layanan tersebut diharapkan menambah jumlah nelayan yang memiliki dokumen untuk mengakses pembelian BBM.
Yudi mengatakan jumlah surat rekomendasi yang tercatat dalam basis data saat ini mencapai sekitar 1.000 surat. Diskan Batam menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 1.500 surat hingga Desember 2026.
“Kami menargetkan sampai Desember ini jumlah surat rekomendasi yang terbit sebanyak 1.500. Mudah-mudahan tercapai,” ujarnya.
Diskan Batam berencana melanjutkan program Cakalang pada 2027. Pelayanan berikutnya akan menyasar lebih banyak nelayan, terutama yang tinggal di pulau-pulau yang belum terjangkau program tahun ini.
Menurut Yudi, sekitar 7.000 kapal nelayan di Batam berukuran 0–5 gross tonnage (GT). Perluasan layanan administrasi diharapkan membantu lebih banyak nelayan memperoleh surat rekomendasi pembelian BBM.
“Jumlah kapal berukuran 0–5 GT di Batam mencapai sekitar 7.000 unit,” katanya. ANTARA
Baca Juga: Tim Cakalang Hapus Rumitnya Izin Kapal Nelayan Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







