Rencana PLTN Batam dan Proyek Nuklir Terapung Rusia di Halmahera

pltn di batam
Asap membubung naik dari cerobong pembangkit listrik tenaga nuklir di Saint-Vulbas, Perancis, Selasa (25/1/2022). Pembangkit itu berperan penting dalam memacu perkembangan ekonomi di daerah itu. Foto: AFP

Pemerintah mengkaji Batam sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir. Menjaga ketahanan energi.

BATAM (gokepri) – Pemerintah menempatkan Batam sebagai calon lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk mengamankan pasokan listrik nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menguji kelayakan teknis wilayah tersebut sebelum mengambil keputusan akhir.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi tahap seleksi lokasi ini. “Kami akan taruh di Kepri, di Batam, untuk mendorong ketahanan energi kita,” kata Bahlil di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Penetapan titik akhir bergantung pada hasil uji kelayakan yang tengah berjalan. Batam bukan satu-satunya kandidat, sebab pemerintah turut mengevaluasi potensi lahan di wilayah Sumatra dan Kalimantan sebagai alternatif.

Baca Juga: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Indonesia Siap Beroperasi 2032

Pemerintah mencari mitra asing yang punya rekam jejak teruji menggarap teknologi energi baru ini. Calon investor wajib membuktikan keberhasilan mereka mengoperasikan reaktor nuklir secara aman.

Jauh sebelum melirik Batam, Indonesia sudah menggandeng perusahaan energi asal Rusia, Rosatom, untuk kawasan timur. Rosatom bersama PT Pembangkit Listrik Nuklir sepakat merakit pembangkit listrik bertenaga nuklir terapung.

Perusahaan Rusia ini siap membawa dua unit pembangkit tipe FPU-100 berkapasitas total 200 megawatt. Kedua unit tersebut kelak menyuplai listrik rendah karbon ke wilayah utara Pulau Halmahera, Maluku Utara.

Inovasi ini memanfaatkan reaktor seri RITM yang teruji tangguh menahan kondisi ekstrem. Teknologi serupa sudah bertahun-tahun terpasang pada kapal pemecah es dan terbukti efisien serta aman beroperasi. Konsumen di Indonesia bisa menikmati aliran listrik dari reaktor terapung ini dalam waktu lima tahun usai ketentuan kontrak pasokan berjalan.

Kesepakatan dengan Rusia sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto mengejar target netralitas karbon. Pertemuan terbaru antara Presiden Prabowo dan pihak Rosatom semakin memantapkan langkah Indonesia menata sistem energi masa depan.

Ads bp batam 2026 baru

Direktur Jenderal Rosatom State Corporation, Alexey Likhachev, menegaskan komitmen perusahaannya menyokong transisi energi Indonesia. “Kesepakatan baru ini menjadi tonggak penting dalam upaya tersebut,” ujar Likhachev dalam siaran pers perusahaan. Rosatom tidak sekadar menjual listrik, tetapi menawarkan kemitraan jangka panjang beserta solusi teknologi paling mutakhir di pasar global. BISNIS.COM

Baca Juga: 29 Lokasi yang Potensial Dibangun Pembangkit Nuklir di Indonesia, Mulai Beroperasi 2032

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait