Tanda Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

penyakit jantung bayi
Ilustrasi. PEXEL

JAKARTA (gokepri) – Sebagian penyakit jantung bawaan tidak langsung terlihat saat bayi lahir. Gejalanya bisa baru muncul beberapa minggu atau bulan kemudian.

Konsultan jantung anak Dr. Anisa Rahmadhany menjelaskan penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan pada struktur jantung atau pembuluh darah besar yang terbentuk selama perkembangan janin. Bentuknya beragam, mulai dari lubang pada sekat jantung hingga gangguan katup dan kelainan susunan pembuluh darah besar.

Di Indonesia, diperkirakan sekitar 50.000 bayi lahir dengan PJB setiap tahun. Angka ini menunjukkan pentingnya pemahaman orang tua terhadap gejala yang mungkin tidak terlihat sejak bayi dilahirkan.

Baca Juga: RSBP Batam Akan Buka Poliklinik Jantung Bayi dan Anak

Gejala PJB berbeda menurut jenis dan tingkat keparahan kelainannya. Sebagian bayi mengalami gangguan sirkulasi darah berat sejak lahir, sedangkan bayi lainnya terlihat sehat selama beberapa waktu.

Pada kondisi tertentu, tubuh bayi masih mampu menyesuaikan diri dengan kelainan jantung yang ada. Namun, seiring pertumbuhan dan meningkatnya kebutuhan oksigen, gangguan tersebut dapat mulai menimbulkan gejala.

Orang tua perlu mewaspadai bayi yang mudah lelah saat menyusu atau sering berhenti untuk mengambil napas. Keringat berlebihan ketika menyusu dan kenaikan berat badan yang tidak optimal juga perlu mendapat perhatian.

“Jika gejala terjadi berulang dan disertai keluhan lain, kondisi tersebut perlu mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut,” kata Anisa dari BraveHeart Cardiovascular Center Brawijaya Hospital Saharjo, Sabtu 24 Oktober 2026. Gejala tersebut tidak selalu menunjukkan penyakit jantung bawaan sehingga dokter perlu memeriksa penyebabnya.

Anggapan bahwa bayi dengan skor Apgar normal pasti terbebas dari kelainan jantung juga perlu diluruskan. Skor Apgar menilai kondisi umum bayi pada menit-menit pertama setelah lahir, bukan mendeteksi kelainan struktur jantung.

Pemeriksaan setelah lahir perlu mencakup skrining yang sesuai untuk membantu mendeteksi kelainan jantung bawaan kritis. Salah satu caranya ialah mengukur saturasi oksigen menggunakan alat *pulse oximeter* pada tangan kanan dan salah satu kaki bayi.

Ads bp batam 2026 baru

Perbedaan hasil saturasi oksigen pada kedua bagian tubuh tersebut dapat membantu tenaga medis mengenali kemungkinan kelainan jantung bawaan kritis. Jika hasil skrining tidak normal atau dokter menemukan gejala yang mencurigakan, bayi dapat menjalani pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi atau USG jantung.

Deteksi dini membantu dokter mengenali kelainan sebelum gangguan berkembang lebih jauh. Menurut Anisa, anak dengan kelainan jantung bawaan kini memiliki peluang menjalani kehidupan yang lebih baik jika mendapat penanganan sejak dini.

Orang tua perlu segera membawa bayi ke fasilitas kesehatan jika bayi kesulitan bernapas atau bibir dan lidahnya tampak kebiruan. Napas cepat yang menetap, kesulitan menyusu, serta kenaikan berat badan yang tidak optimal juga memerlukan evaluasi dokter. ANTARA

Baca Juga: Nyeri Dada Tak Selalu Serangan Jantung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait