Pangdam Kepri Dorong Pembangunan Kampung Nelayan untuk Dongkrak Ekonomi

Panglima Kodam (Pangdam) XXV/Sultan Mahmud Riayat Mayjen TNI Rionardo. (foto: engesti/gokepri.com)

BATAM (gokepri.com) – Panglima Kodam (Pangdam) XXV/Sultan Mahmud Riayat Mayjen TNI Rionardo menyoroti percepatan pembangunan satuan TNI dan pengembangan kampung nelayan di Kepulauan Riau (Kepri) sebagai bagian dari penguatan pertahanan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pangdam pertama di wilayah Kepri tersebut mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan langkah kerja dengan kondisi geografis dan kebutuhan daerah. Batam menjadi titik awal untuk memahami berbagai agenda yang perlu dijalankan guna mendukung program pemerintah.

“Ada beberapa kegiatan yang menjadi domain kegiatan dan saya tadi sudah berbincang-bincang. Banyak hal yang harus kita sukseskan dalam rangka mendukung program pemerintah,” kata Rionardo di Batam, Selasa.

Ia menyebut, pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dan pengembangan kampung nelayan sebagai sejumlah program yang menjadi perhatian. Pelaksanaannya diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas TNI, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Rionardo, pengembangan kampung nelayan relevan dengan karakteristik Kepri yang didominasi wilayah kepulauan. Program tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Melihat situasi dan kondisi Kepri ini adalah kepulauan, maka yang paling vital untuk segera mempercepat dan mendukung kesejahteraan masyarakat adalah bagaimana kampung nelayan ini juga bisa berdampak positif dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Untuk merealisasikan berbagai agenda tersebut, Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat akan membangun koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk kepolisian, TNI Angkatan Laut, dan pemerintah daerah.

  • Perkuat Pertahanan Wilayah Perbatasan

Selain mendorong pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, Rionardo menegaskan penguatan pertahanan menjadi prioritas mengingat posisi Kepri yang strategis di kawasan perbatasan.

Ia mengatakan TNI akan menjalankan peran sebagai komponen utama pertahanan negara sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Penguatan tersebut dilakukan melalui pembangunan dan peningkatan kemampuan satuan, dengan mempertimbangkan kebijakan serta ketersediaan anggaran.

“Dalam undang-undang, TNI tentunya sebagai komponen utama dalam hal pertahanan. Nah, itu yang kita perkuat dan kita memperkuat sejalan dengan itu kita membentuk satuan-satuan yang kita perkuat,” katanya.

Ads bp batam 2026 baru

Rionardo menegaskan, Indonesia tetap mengedepankan hubungan baik dengan negara lain dan tidak mencari konflik. Namun, upaya menjalin persahabatan tidak mengurangi komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan wilayah.

“Kita tidak ingin mencari musuh, karena prinsipnya seribu kawan itu kurang, satu musuh itu lebih dari, sudah sangat banyak. Sehingga kita tidak ingin bermusuhan dengan siapa pun,” ujarnya.

Ia menambahkan, menjaga keamanan dan kedaulatan merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan ganggu pekarangan kita. Kita ingin negara kita ini sejahtera, kita ingin rakyat kita makmur. Jadi kalau kita ingin rakyat kita makmur, tolong jangan diganggu rakyat kita,” katanya.

  • Makodam Disiapkan di Lahan 11,7 Hektare

Penguatan kelembagaan juga mencakup pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XXV/Sultan Mahmud Riayat di Batam.

Rionardo mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, lahan untuk pembangunan markas tersebut berada di kawasan Tembesi dengan luas sekitar 11,7 hektare. Kawasan itu direncanakan menjadi pusat komando sekaligus menampung berbagai unsur pendukung operasional Kodam.

“Informasi yang kita dapat itu ada di daerah Tembesi, sekitar 11,7 hektare. Itu untuk pembangunan Makodam lengkap dengan balak-balaknya, badan pelaksanaan. Jadi ada unsur-unsur pendukung di situ,” jelasnya.

Meski demikian, pembangunan fasilitas tersebut masih melalui proses. Untuk sementara, kegiatan Kodam diakomodasi dengan memanfaatkan fasilitas Kodim.

Rionardo memastikan keterbatasan fasilitas sementara tidak akan menghambat pelaksanaan tugas. Menurut dia, kegiatan operasional tetap berjalan sambil menunggu pembangunan markas definitif terealisasi.

“Tentu ini berproses. Sehingga paralel dengan itu, kita tidak bisa berdiam diri, pasti kita bekerja. Untuk bekerjanya kita sudah diakomodir dengan tempat Kodim bagi saya. Tidak masalah, yang penting bagaimana kita bekerja,” katanya.

  • Gubernur: Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyambut kehadiran Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan.

Ia menilai posisi Kepri sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan barat membutuhkan dukungan kelembagaan pertahanan yang kuat dan berkelanjutan. Penguatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kedaulatan sekaligus memastikan keamanan masyarakat.

“Karena bicara kedaulatan, bicara keutuhan negara kan satu hal yang tak bisa ditawar-tawar, harga mati,” kata Ansar.

Menurut dia, karakteristik Kepri sebagai wilayah perbatasan yang terbuka membuat penguatan pertahanan dan keamanan harus terus dilakukan sesuai kebutuhan.

“Maka salah satunya tentu kelembagaan-kelembagaan yang memang sangat dibutuhkan itu perlu hadir di tempat kita,” ujarnya.

Ansar juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas penetapan nama Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat yang mengangkat nama pahlawan nasional dari Kepri.

Ia berharap, keberadaan Kodam baru tersebut dapat memperkuat pengamanan wilayah perbatasan sekaligus mendukung pembangunan daerah. Dengan demikian, penguatan pertahanan tidak hanya berorientasi pada penjagaan kedaulatan, tetapi juga berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau.
.
Penulis: Engesti

Pos terkait