BATAM (gokepri) – Keberagaman masyarakat menjadi bagian penting dalam kehidupan Kota Batam. Untuk merawat persatuan sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif, BP Batam memperkuat komunikasi dengan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Batam yang menghimpun 55 paguyuban dari berbagai daerah di Indonesia.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi FPK Kota Batam dengan BP Batam di IT Centre BP Batam, Senin (19/10/2026). Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait menerima Bendahara Umum FPK Kota Batam Mulyadi Nasution beserta jajaran.
Pertemuan itu membahas dinamika sosial kemasyarakatan, perkembangan infrastruktur kawasan, serta rancangan program yang berorientasi pada persatuan dan integrasi kebangsaan. Dialog tersebut menjadi ruang bagi kedua pihak untuk bertukar pandangan mengenai kehidupan masyarakat dan pembangunan Batam.
Baca Juga: BP Batam dan DPD RI Bahas Kesiapan Air dan Listrik
FPK Kota Batam menghimpun 55 paguyuban yang mewakili masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Keberadaan forum ini turut membuka ruang komunikasi antarkelompok untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman etnis maupun agama.
Bagi BP Batam, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan publik yang responsif. Komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat juga membuka ruang bagi aspirasi warga untuk disampaikan kepada pemerintah.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait menegaskan bahwa sinergi pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk menjaga keharmonisan sosial. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mendukung ketertiban umum dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“BP Batam berkomitmen mengawal setiap aspirasi demi terciptanya tatanan sosial yang harmonis,” ujar Ariastuty.
Ia berharap komunikasi yang terbuka dapat terus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendukung pembangunan Batam. Dengan demikian, aspirasi dari berbagai kelompok dapat menjadi bagian dari dialog antara pemerintah dan masyarakat.
Bendahara Umum FPK Kota Batam Mulyadi Nasution mengapresiasi kesempatan berdialog dengan BP Batam. Ia berharap komunikasi dan kolaborasi tersebut semakin memperkuat peran paguyuban dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan kota.
“Melalui pertemuan ini, kami berharap aspirasi dari berbagai paguyuban dapat tersampaikan dengan baik,” kata Mulyadi.
Sinergi antara BP Batam dan FPK menjadi bagian dari upaya merawat hubungan sosial di tengah masyarakat yang beragam. Komunikasi berkelanjutan dan partisipasi masyarakat diharapkan mendukung pembangunan Batam yang inklusif serta menjaga kota tetap harmonis bagi seluruh warganya.
Baca Juga: Listrik Pulih, BP Batam Kawal Pemulihan Layanan Dasar Masyarakat dan Dunia Usaha
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







