Relokasi pedagang TOS 3000 ditargetkan mulai 2027. Proyek memakai skema kerja sama tanpa APBD.
BATAM (gokepri) — Pemerintah Kota Batam menyiapkan pembangunan Pasar Induk Jodoh melalui skema kerja sama dengan swasta untuk menata kawasan perdagangan dan menyediakan tempat yang lebih layak bagi pedagang. Kesepakatan kerja sama diteken di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (25/3/2026).
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Daerah antara Pemko Batam dan PT Usaha Jaya Karya Makmur (UJKM). Proyek ini mencakup pembangunan sekaligus pengoperasian pasar induk.
Baca Juga: Pemko Batam Lelang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, skema kerja sama dipilih untuk mengoptimalkan aset daerah. “Aset daerah harus produktif dan memberi dampak ekonomi,” ujarnya.
Menurut Amsakar, proyek ini menjadi bagian dari penataan kawasan perkotaan yang selama ini menghadapi persoalan kepadatan aktivitas perdagangan di ruang publik.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam Suhar menjelaskan, proyek tidak bergantung pada anggaran daerah. Nilai investasi mencapai ratusan miliar rupiah. “APBD tidak cukup, maka kami pakai KSP. Sudah dilelang dan ada pemenangnya,” kata Suhar.
Pasar Induk Jodoh juga disiapkan sebagai solusi atas kondisi Tempat Penampungan Sementara (TOS) 3000 di kawasan Jodoh. Area itu selama ini dinilai tidak tertata dan meluber hingga badan jalan. “Saat ini TOS 3000 tidak layak, bahkan memakan jalan,” ujar Suhar.
Seluruh pedagang di lokasi tersebut akan dipindahkan ke pasar induk baru. Proses pemindahan berada di bawah tanggung jawab pengelola dan berlangsung bertahap. “Pengelola yang akan memindahkan pedagang,” katanya.
Pemkot menargetkan relokasi mulai berjalan pada 2027. Seluruh pedagang diharapkan sudah menempati lokasi baru pada 2028. Pasar Induk Jodoh dirancang bertingkat dengan pemisahan zona pasar basah dan kering. Fasilitas penunjang disiapkan untuk mendukung aktivitas distribusi dan transaksi.
Selain penataan ruang kota, proyek ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal. Pasar induk akan menampung pedagang kecil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Pasar ini untuk memberi ruang bagi UMKM agar bisa tumbuh,” kata Suhar.
Baca Juga: Komitmen Wali Kota Batam Tata Pasar Induk Jodoh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








