JAKARTA (gokepri) – Ahli gizi dari RSAB Harapan Kita menekankan pentingnya cara yang tepat dalam membawa ASI perah. Kualitas dan kandungan ASI harus tetap terjaga selama perjalanan.
Ahli gizi dari Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita menyebutkan ASI perah dapat dibawa sebagai stok kebutuhan makanan bayi, namun harus dengan cara yang tepat, sehingga tidak merusak kualitas serta kandungan di dalamnya. “Tetap berikan ASI atau makanan pendamping ASI (MPASI) dengan kondisi yang masih baik dan terjaga suhunya. Jaga kebersihan diri dengan mencuci tangan sebelum mempersiapkan ASI atau MPASI,” kata Kepala Instalasi Gizi RSAB Harapan Kita, Siti Dharma Azizah, SST, MKM, RD, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat (28/3).
Ia mengatakan, ketika membawa ASI selama perjalanan, stok ASI yang dibawa harus dalam keadaan beku dan disimpan kembali dalam cooler box yang ditambahkan dengan ice gel atau dry ice agar bisa bertahan sampai 12 jam. Ketika ingin dikonsumsi, ASI perah dapat diletakkan di sebuah wadah yang berisi air panas dari termos, dengan memastikan suhu ASI yang akan diberikan tidak terlalu panas, sesuai dengan suhu tubuh, yakni di sekitar 37 derajat Celcius dan diberikan dalam waktu kurang dari dua jam. “ASI yang sudah dicairkan tidak dapat dibekukan kembali jika berlebih. Oleh sebab itu, ASI perah yang disimpan disesuaikan dengan usia dan kemampuan bayi sekali minum,” ucapnya yang lebih akrab disapa Galuh.
Kemudian, menanggapi adanya informasi yang menyebut ASI hanya bisa bertahan dalam beberapa waktu, Galuh menekankan ASI yang diperah dan berada di suhu ruangan ber-AC bisa bertahan sampai empat jam, dan tergantung dengan udara sekitarnya. “Jika disimpan dalam cooler box dengan kondisi suhu yang baik bisa sampai 12 jam, jika disimpan di chiller bisa bertahan sampai empat hari, dan apabila disimpan di freezer bisa bertahan sampai enam bulan dengan kondisi freezer yang khusus buat bayi, tidak dibuka tutup dan dicampur dengan bahan makanan lain,” ucap dia. Galuh melanjutkan, jika keluarga tidak memiliki freezer khusus bayi, letakkan ASI di wadah yang terpisah dan tertutup agar tidak terkontaminasi dengan bahan makanan lain, agar bisa bertahan sampai empat bulan. Sementara untuk MPASI, dapat diletakkan di area belakang, jangan dekat pintu kulkas, untuk menjaga agar suhu di ASI perah tetap stabil. ANTARA
Baca Juga: Ibu Menyusui Boleh Puasa, Ini Syaratnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








