BATAM (gokepri.com) – Bepergian ke luar negeri kerap dibayangi persoalan sederhana, mulai dari menukar uang, membawa mata uang asing, hingga menghitung biaya transaksi akibat perbedaan kurs.
Namun, bagi Wahyu (35), warga Batam yang tengah menikmati liburan singkat di Singapura, persoalan tersebut kini dapat dibuat lebih sederhana. Ia memilih menggunakan Kartu Debit XtraCurrency CIMB Niaga selama perjalanan karena dinilai memudahkan transaksi di negara tetangga.
“Lebih praktis saja. Saya dari Batam cukup sering ke Singapura, jadi tidak perlu terlalu repot membawa banyak uang tunai. Tinggal pakai kartu untuk transaksi, apalagi kalau sudah menyiapkan saldo dolar Singapura,” kata Wahyu, belum lama ini.
Menurut dia, menyiapkan kebutuhan transaksi sejak sebelum keberangkatan membuat perjalanan terasa lebih nyaman. Setibanya di Singapura, kartu dapat digunakan untuk berbagai keperluan tanpa harus terus-menerus mencari tempat penukaran uang.
“Kalau untuk liburan seperti ini, saya lebih nyaman kalau kebutuhan transaksi sudah disiapkan dari awal. Jadi begitu sampai Singapura, tinggal digunakan ketika makan, belanja, atau kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Sebagai warga Batam yang memiliki akses perjalanan relatif dekat ke Singapura, Wahyu menilai kemudahan transaksi menjadi hal penting. Perjalanan singkat sekalipun membutuhkan cara pembayaran yang cepat dan sederhana.
“Karena dari Batam ke Singapura cukup dekat, kadang kita pergi bukan untuk perjalanan yang lama. Jadi menurut saya, proses transaksi yang praktis itu cukup membantu. Tidak perlu terlalu banyak membawa uang tunai,” katanya.
Ia juga merasa lebih mudah mengatur pengeluaran selama perjalanan karena transaksi dilakukan menggunakan kartu.
“Pengeluaran jadi lebih mudah dipantau. Kita juga bisa menyesuaikan saldo dengan kebutuhan selama liburan, jadi tidak harus membawa uang tunai dalam jumlah banyak,” ujar Wahyu.
Bagi Wahyu, kemudahan tersebut pada akhirnya bukan hanya soal cara membayar, tetapi juga bagaimana teknologi perbankan dapat membuat perjalanan menjadi lebih nyaman.
“Yang paling saya rasakan memang praktisnya. Apalagi kalau sering bepergian ke Singapura, hal-hal kecil seperti pembayaran ini kalau dibuat mudah tentu membuat perjalanan lebih nyaman,” katanya.
Transaksi Valas dalam Satu Kartu
Pengalaman Wahyu menjadi gambaran bagaimana kebutuhan sederhana dalam perjalanan luar negeri kini coba dijawab melalui inovasi perbankan digital.
PT Bank CIMB Niaga Tbk menghadirkan Kartu Debit XtraCurrency yang dapat dihubungkan dengan rekening XTRA Savers Valas melalui aplikasi OCTO.
Melalui layanan tersebut, transaksi di merchant maupun penarikan tunai di luar negeri dapat langsung mendebet rekening valas sesuai mata uang transaksi, tanpa konversi kurs, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.
Nasabah dapat memilih hingga 15 mata uang asing, di antaranya dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, dolar Australia, euro, yen Jepang, yuan China, ringgit Malaysia, dan won Korea Selatan.
Bagi warga Batam seperti Wahyu yang memiliki mobilitas cukup tinggi ke Singapura, pilihan mata uang dolar Singapura menjadi salah satu fitur yang relevan. Saldo dalam mata uang tersebut dapat dipersiapkan sebelum perjalanan dan digunakan ketika berada di negara tujuan.
Kemudahan juga ditawarkan melalui fitur contactless. Nasabah cukup menempelkan kartu pada mesin EDC yang mendukung pembayaran contactless tanpa memasukkan PIN untuk transaksi yang memenuhi ketentuan.
Dengan berbagai fitur tersebut, transaksi di luar negeri tidak lagi semata-mata soal membawa uang tunai atau mencari tempat penukaran mata uang.
Lebih jauh, inovasi tersebut menunjukkan bagaimana layanan perbankan mulai bergeser dari sekadar menyediakan sarana transaksi menjadi bagian dari pengalaman masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Dari Transaksi ke Pengalaman Nasabah
Customer Experience, Insight & Protection Head CIMB Niaga Mila Widyani mengatakan, kepercayaan nasabah selama lebih dari tujuh dekade menjadi fondasi utama perjalanan CIMB Niaga.
Menurut dia, semangat tersebut diwujudkan melalui tajuk Advancing Customers & Society, dengan menempatkan kebutuhan nasabah sebagai bagian penting dari pengembangan layanan.
“Bekerja dari hati bagi kami berarti memahami bahwa setiap layanan memiliki arti lebih besar dari sekadar transaksi,” ujar Mila.
Ia mengatakan, layanan perbankan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan finansial individu, tetapi juga mendukung pelaku usaha mengembangkan bisnis hingga mendampingi nasabah mewujudkan rencana masa depan.
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan CIMB Niaga melalui pengembangan berbagai layanan digital.
Salah satunya Ask OCTO, asisten virtual yang tersedia selama 24 jam melalui aplikasi OCTO dan WhatsApp resmi. Layanan tersebut memungkinkan nasabah berinteraksi untuk memperoleh bantuan, termasuk ketika berada di luar negeri.
Di sisi lain, OCTO dan OCTOBIZ dikembangkan sebagai platform digital terpadu yang menghubungkan berbagai kebutuhan finansial, mulai dari transaksi hingga investasi dan pengelolaan kas bagi pelaku usaha.
CIMB Niaga juga mengembangkan OCTO Savers sebagai tabungan digital serta Digital Lounge yang menghadirkan pengalaman layanan perbankan dengan konsep yang lebih modern.
Melalui Digital Lounge, misalnya, nasabah dapat membuka rekening secara instan maupun melakukan penggantian kartu dalam waktu relatif singkat.
Digitalisasi yang Makin Dekat
Transformasi tersebut bukan sekadar klaim. Digitalisasi telah menjadi bagian penting dari operasional CIMB Niaga.
Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, lebih dari 90 persen transaksi perbankan perseroan kini dilakukan secara mandiri oleh nasabah melalui kanal digital.
“Di semester pertama ini kinerja CIMB Niaga tumbuh baik. Aset terkonsolidasi kami mencapai Rp382 triliun,” ujar Lani.
Pada semester I 2026, CIMB Niaga mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp3,4 triliun dengan total aset konsolidasi Rp382 triliun.
Penyaluran kredit tumbuh 6,6 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang segmen korporasi yang tumbuh 13,8 persen, sementara sektor usaha kecil dan menengah tetap mencatat pertumbuhan sekitar 3 persen di tengah tantangan kredit UMKM nasional.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga tumbuh 3 persen secara tahunan dengan rasio CASA mencapai 71,7 persen.
Kinerja tersebut menjadi fondasi bagi perseroan untuk terus mengembangkan layanan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.
71 Tahun dan Cara Baru Melangkah
Memasuki usia 71 tahun, perjalanan CIMB Niaga menunjukkan bahwa perkembangan sebuah bank tidak hanya dapat diukur dari besarnya aset, laba, maupun pertumbuhan kredit.
Ada pengalaman nasabah yang ikut berubah.
Dulu, perjalanan ke luar negeri identik dengan membawa uang tunai atau mencari tempat penukaran mata uang. Kini, kebutuhan tersebut dapat dipangkas dengan layanan perbankan digital dan rekening valas yang terintegrasi dengan kartu debit.
Dulu, layanan perbankan identik dengan antrean di kantor cabang. Kini, sebagian besar transaksi dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi.
Perubahan itu menunjukkan bagaimana teknologi dapat membuat layanan finansial hadir lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.
Bagi CIMB Niaga, perjalanan selama 71 tahun bukan hanya tentang bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga bagaimana terus mengikuti langkah nasabah.
Sebab, ketika kebutuhan masyarakat berubah, layanan perbankan pun dituntut untuk ikut bergerak.
Dan pada akhirnya, “melangkah bersama untuk Indonesia” bukan hanya tentang seberapa jauh sebuah bank berkembang, tetapi seberapa jauh inovasi tersebut mampu membuat langkah nasabah menjadi lebih mudah.
Penulis : Engesti







