China Beli Batu Bara Indonesia senilai Rp20,6 Triliun

China batu bara indonesia
Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO - Syifa Yulinnas

Singapura (gokepri.com) – China telah menandatangani kontrak pembelian 200 juta ton batu bara Indonesia senilai USD1,46 miliar atau setara Rp20,6 triliun pada 2021.

Kesepakatan perdagangan itu tertuang dalam dalam perjanjian kerja sama antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) dengan CCTDA (China Coal Transportation and Distribution) pada Rabu (25/11/2020).

“Diharapkan ada peningkatan ekspor batu bara ke China sebesar 200 juta ton di tahun mendatang,” kata APBI dilansir Reuters. “Jumlah target akan ditinjau setiap tahun.”

HBRL

Indonesia, pengekspor batubara termal terbesar dunia, telah menggunakan jalur diplomatik untuk mempromosikan penjualan batubara di seluruh Asia Tenggara, terutama di Vietnam, karena ekspor ke China melambat.

|Baca Juga: Bertemu Menlu China, Luhut Turut Promosikan Bintan

Impor China dari Indonesia, pengirim batubara termal terbesar di dunia yang digunakan untuk pembangkit listrik, turun 24,5% dalam 10 bulan pertama tahun 2020 menjadi 86,88 juta ton, dibandingkan dengan 115,03 juta pada periode yang sama tahun lalu, menurut data Refinitiv.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan hasil kesepakatan akan mendongkrak nilai batu bara yang sempat mengalami kelesuan di tengah pandemi Covid-19.

“Saya optimistis komoditas batu bara akan kembali bergairah menyusul adanya kerja sama ini. Sebuah momen positif untuk mengembalikan realisasi produksi sesuai dengan proyeksi yang ditetapkan,” ujar Agung melalui keterangan tertulisnya, Kamis (26/11/2020).

Agung menguraikan kerja sama ini berawal dari hasil kunjungan kerja Pemerintah Indonesia ke China yang diwakili oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi beberapa bulan lalu.

Pos terkait